Tak Harus Jadi Guru, Lulusan Pendidikan Didesain ke Beragam Sektor

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 20:03 WIB
Dekan FKIP Unmul Susilo
Dekan FKIP Unmul Susilo

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Gelar sarjana pendidikan tidak selalu berujung di depan kelas. Perubahan kebutuhan dunia kerja membuat lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman (Unmul) juga disiapkan untuk memiliki ruang karier di luar profesi guru.

Dekan FKIP Unmul Susilo mengatakan, desain kurikulum pendidikan saat ini tidak lagi semata-mata diarahkan agar seluruh lulusan menjadi guru. Mahasiswa juga dibekali penguasaan keilmuan yang dapat digunakan untuk memasuki bidang pekerjaan lain.

“Semua kurikulum baru di FKIP itu sudah didesain profil lulusannya itu menjadi macam-macam. Jadi ilmu murni itu lebih dibanyakin,” kata Susilo. Menurut dia, lulusan FKIP pada dasarnya memiliki bekal keilmuan yang dapat diterapkan di berbagai sektor selama pekerjaan tersebut tidak mensyaratkan profesi tertentu.

Baca Juga: Berjuang di Tengah Keterbatasan Anggaran, Tim Sepatu Roda Balikpapan Siap All Out di Porprov 2026

Kemampuan lulusan menjadi faktor penting ketika harus bersaing dengan pencari kerja dari disiplin ilmu lain. Dia mencontohkan lulusan Pendidikan Kimia yang dapat bekerja di laboratorium perusahaan. Begitu pula lulusan Pendidikan Bahasa Inggris yang dapat mengisi posisi tertentu di instansi pemerintahan selama memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

Susilo menilai perkembangan dunia kerja membuat ijazah bukan lagi satu-satunya pertimbangan dalam proses rekrutmen. Perusahaan maupun instansi kini dapat melihat kemampuan praktis, performa ketika mengikuti seleksi, hingga hasil wawancara.

“Stakeholder di perguruan itu kan melihatnya bukan ijazah saja sekarang. Melihatnya itu ada kemampuan, performance saat tes, wawancara dan sebagainya,” jelasnya. Oleh sebab itu, dia menegaskan lulusan FKIP tetap memiliki peluang untuk menembus pekerjaan yang tidak secara langsung berkaitan dengan pendidikan.

Baca Juga: ABTI Balikpapan Siapkan 32 Atlet untuk Porprov, Bidik Tiga Medali Emas Bola Tangan

Terlebih apabila selama kuliah mahasiswa telah mengembangkan kemampuan tambahan yang sesuai dengan bidang yang ingin dimasukinya. Susilo mengatakan, kondisi tersebut memang sudah diperhitungkan dalam pengembangan pendidikan di FKIP.

Penguatan ilmu dasar menjadi bagian penting pada jenjang sarjana, sedangkan kemampuan pedagogis untuk menjalankan profesi guru diperkuat melalui pendidikan profesi.

Dengan pola tersebut, lulusan S1 pendidikan tidak harus melihat profesi guru sebagai satu-satunya jalan setelah wisuda. Mereka dapat memilih jalur pekerjaan lain sesuai kemampuan yang dimiliki, sementara jalur profesi guru tetap memiliki tahapan tersendiri.

Dari penelusuran FKIP Unmul, Susilo menyebut masa tunggu lulusan untuk memperoleh pekerjaan rata-rata sekitar enam bulan. Pekerjaan yang diperoleh pun tidak seluruhnya berada di bidang pendidikan. "Dan itu pekerjaannya bermacam-macam juga memang. Tidak mesti guru," tuturnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Sarjana Pendidikan Kaltim Post News Universitas Mulawarman FKIP Unmul peluang kerja