KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Baharuddin Demmu turut menanggapi pilihan pemeriksaan kesehatan di luar negeri, di tengah besarnya anggaran sektor kesehatan yang dialokasikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.
Dia menilai, fasilitas kesehatan di daerah, termasuk RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS), RSUD Kanujoso Djatiwibowo, dan rumah sakit di Balikpapan, telah memiliki peralatan yang memadai untuk pemeriksaan kesehatan.
Menurutnya, fasilitas kesehatan daerah seharusnya dimanfaatkan terlebih dahulu sebelum pasien dirujuk ke luar negeri. Terutama jika penyakit yang ditemukan memang tidak dapat ditangani di dalam negeri.
Baca Juga: Penumpang KMP Gajah Mada Diduga Lompat ke Laut, Pencarian Masih berlangsung
“Untuk apa bikin rumah sakit mahal-mahal kalau tidak mau dipakai medical check-up di situ? Kan dua rumah sakit di Kaltim ini lengkap,” katanya pada Kaltim Post, Minggu (18/10).
Demmu menegaskan, pemeriksaan awal di rumah sakit daerah dapat menjadi langkah untuk mengetahui kondisi kesehatan sebelum menentukan kebutuhan penanganan lanjutan.
Di tengah tekanan fiskal dan persoalan karhutla, ia kembali menekankan pentingnya keberanian pemerintah daerah dan wakil rakyat di pusat untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Kaltim.
Menurutnya, persoalan anggaran dan penanganan bencana harus menjadi prioritas, agar pemerintah daerah tetap mampu menjalankan pelayanan publik dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Brimob Polda Kaltim Dikerahkan Sisir Kawasan Sarang Narkoba di Gunung Bugis, Ini Hasilnya
“Kalau ditemukan di situ MCU misalnya di AWS atau Kanujoso, ada penyakit yang memang tidak bisa ditangani baru bisa dirujuk ke Singapura atau Malaysia, kan begitu. Jangan langsung tiba-tiba ke sana, mengabaikan ahli-ahli kedokteran di rumah sakit kita. Kalau kita ya di Puskesmas saja, janganlah terlalu takut mati,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo