KALTIMPOST.ID, Sukun (Artocarpus altilis), yang sering kali dijumpai di wilayah tropis seperti Indonesia.
Pohon sukun dapat hidup mencapai tinggi hingga 30 meter, permukaan daun bagian atas mengilap serta kusam kasar dan berbulu halus pada bagian bawahnya.
Dilansir dari buku Tumbuhan Berkhasiat Obat Etnis Asli Kalimantan, bagian dari sukun yang dipercaya masyarakat untuk mengatasi diabetes adalah daunnya yang sudah kuning dan jatuh ke tanah.
Melalui berbagai penelitian diketahui, bahwa ekstrak daun sukun dapat mencegah berbagai penyakit karena kandungan yang terdapat pada daun, yaitu saponin, polifenol, dan flavonoid.
Beberapa manfaat jika mengonsumsi daun sukun dan menyeduhnya sebagai minuman, yaitu:
- Menurunkan kadar kolesterol darah
- Menjaga kesehatan jantung
- Melancarkan ASI
- Mengatasi penyakit kulit
- Menurunkan kadar gula darah.
Mengutip dari situs ldiikabbogor.or.id, kadar kandungan kimia berkhasiat pada daun tua lebih maksimal.
Berikut langkah-langkah membuat daun sukun menjadi minuman kesehatan, yaitu:
Baca Juga: Rahasia Herbal Kalimantan: Sesak Napas? Patikan Kebo Cukup Direbus untuk Sembuhkan Asma dan TBC
- Daun sukun dicuci bersih kemudian dirajang.
- Hasil rajangan lalu dijemur hingga kering dan digodok dalam 2 liter air sampai tinggal separuh.
- Kemudian ditambah lagi seliter air dan direbus sampai mendidih. Setelah mendidih, ramuan diangkat dan disaring. Air rebusan yang sudah jadi warnanya merah seperti air teh dan pahit. Air rebusan hari itu harus dihabiskan hari itu juga. Tidak bisa disisakan untuk esok hari.
Penelitian juga menunjukkan bahwa ekstrak daun sukun memiliki potensi sebagai anti-inflamasi dan anti-diabetes.
Selain meningkatkan fungsi pencernaan hingga mendukung kesehatan jantung, sukun bisa menjadi tambahan yang berharga dalam pola makan sehat.
Bagi mereka yang ingin memanfaatkan khasiat alami sukun, mengonsumsinya secara teratur dalam jumlah yang tepat dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan. (*)
Editor : Dwi Puspitarini