KALTIMPOST.ID, Senna alata (L.) Roxb., yang lebih dikenal dengan nama lokal Gulinggang atau Ketepeng, adalah tanaman tropis yang telah lama dimanfaatkan dalam berbagai tradisi pengobatan, terutama di daerah Kalimantan Timur, Selatan, dan Tengah.
Tanaman ini termasuk dalam famili Legumitosae-Caes dan memiliki sejumlah manfaat kesehatan, terutama dalam mengobati penyakit kulit.
Gulinggang mengandung beberapa senyawa kimia penting, termasuk rein aloe-emodina, rein aloe-emodina-diantron, aloe emodina, asam krisofanar, dihidroksimetilanthraquinone, dan tanin.
Senyawa-senyawa ini memiliki sifat antijamur yang kuat, menjadikan daun dan getahnya efektif dalam mengobati infeksi jamur seperti kurap.
Senyawa asam chrysophanic dalam gulinggang telah digunakan secara luas dalam produk seperti sabun, sampo, dan losion, terutama di Filipina.
Penggunaan dalam Pengobatan Tradisional
Di berbagai etnis di Kalimantan, daun gulinggang yang dihaluskan digunakan untuk mengobati penyakit kulit seperti panu.
Selain itu, etnis Kutai juga memanfaatkan daun muda dan bunga gulinggang sebagai campuran bedak dingin untuk memperhalus kulit wajah.
Sifat antijamur dan anti-inflamasi dari tanaman ini telah diakui secara ilmiah, dan penggunaannya dalam pengobatan tradisional menjadi bukti dari kearifan lokal yang telah berlangsung lama.
Selain manfaat kesehatannya, Gulinggang juga dikenal sebagai tanaman hias yang indah. Tanaman ini memiliki dedaunan besar yang menyerupai tangan manusia dan dapat tumbuh hingga setinggi 10 kaki dengan lebar yang sama.
Daunnya memiliki kebiasaan menarik untuk melipat pada malam hari, mirip dengan tanaman doa. Bunga-bunga kuning cerah yang mekar dari akhir musim panas hingga musim dingin menjadikan tanaman ini pusat perhatian di taman.
Tanaman ini tumbuh dengan cepat di bawah sinar matahari penuh dan berbagai jenis tanah, dan dapat menjadi spesimen besar di zona iklim hangat.
Gulinggang juga memiliki manfaat ekologis, terutama sebagai tanaman inang bagi ulat kupu-kupu belerang kuning.
Kehadiran tanaman ini di taman, akan menarik perhatian dan memberikan habitat yang penting bagi kupu-kupu tersebut.
Menariknya, Gulinggang lebih baik "diabaikan" daripada "dimanjakan" untuk menghasilkan lebih banyak bunga.
Tanaman ini tidak memerlukan air atau pupuk tambahan setelah ditanam, kecuali dalam kondisi kekeringan ekstrem.
Hal ini menjadikan Gulinggang sebagai tanaman yang mudah dirawat, cocok untuk mereka yang menginginkan taman indah tanpa banyak perawatan. (*)
Editor : Dwi Puspitarini