Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Herbal Kalimantan: Masyhur Sampai Malaysia, Tabat Barito Jadi Jamu Sari Rapet oleh Etnis Dayak di IKN dan Kalsel

Almasrifah • Selasa, 27 Agustus 2024 | 19:42 WIB

HERBAL KALIMANTAN: Tabat barito dimanfaatkan etnis di IKN, terutama Kalsel, sebagai sari rapet. Manfaat tumbuhan ini terkenal hingga Malaysia.
HERBAL KALIMANTAN: Tabat barito dimanfaatkan etnis di IKN, terutama Kalsel, sebagai sari rapet. Manfaat tumbuhan ini terkenal hingga Malaysia.
KALTIMPOST.ID, Tabat barito oleh etnis Banjar dan Dayak terutama di Kalimantan Selatan sejak lama dimanfaatkan sebagai sari rapet atau jamu khusus wanita (afrodisiak wanita).

Rebusan daun herbal Kalimantan bernama latin Ficus deltoidei (FD) ini juga biasa mereka gunakan sebagai jamu pasca melahirkan.

Selain itu, masyarakat Ibu Kota Nusantara (IKN), terutama Kalsel, juga memanfaatkan kerabat beringin tersebut untuk mengatasi gangguan kulit, sakit pinggang, diabetes, hingga wasir.

Jenis ini banyak dijumpai di Pulau Kalimantan. Di Kalimantan Selatan, tumbuhan ini digunakan pada industri jamu mikro.

Ekstrak daun tabat barito kemungkinan dapat digunakan untuk pemecahan pada penggunaan antibiotik yang sudah resisten.

Kandungan kimia tabat barito dapat digunakan untuk mengatasi jamur Trichophyton rubrum yang biasa terdapat pada kulit, kuku, dan rambut.

Dilansir dari Buku Tumbuhan Berkhasiat Obat Etnis Asli Kalimantan, riset biofarmaka IPB menunjukkan, tabat barito mengandung senyawa triterpenoid atau sterol sebagai antikanker dan antitumor.

Sementara dari Neliti.com, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin telah menguji antibakteria dari ekstrak daun tabat barito terhadap bakteri Bacillus substillis.

Proses pengujian tersebut menggunakan metode difusi caram dengan melihat zoha bening yang terbentuk di sekitar kertas cakram.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun tabat barito mengandung senyawa antibakteri yang bersifat nonpolar, semipolar, dan polar.

Selain etnis Dayak di Kalimantan, menurut Wikipedia, Ficus deltoidea juga terkenal di Malaysia. Suku Melayu memanfaatkan tumbuhan ini sebagai obat tradisional untuk mengatur gula darah, tekanan darah, dan kadar kolesterol.

Baca Juga: Herbal Kalimantan: Intip Cara Etnis Asli IKN Meracik Kumis Kucing Mengatasi Batu Ginjal dan Kencing Manis

Untuk menggunakannya, mereka menjadikan Ficus deltoidea sebagai ramuan teh celup dan kapsul yang telah banyak dijual di pasar lokal Malaysia.

Sifat adiponektin yang mensekresi dan peka terhadap insulin dari F deltoidea menunjukkan bahwa tanaman ini dapat memperbaiki resistensi insulin sistemik.

Sehingga berpotensi pula untuk diabetes melitus tipe 2 yang terkait dengan resistensi insulin. Masih dari Wikipedia, Ficus deltoidea telah dilaporkan memiliki kegunaan farmasi.

Yaitu sebagai antidiabetes, antiinflamasi, antinosiseptif, antimelanogenik, antiphotoaging, antioksidan, antiulcerogenik, dan antibakteri.

Ficus deltoidea juga mengandung berbagai senyawa bioaktif dari kelompok fitokimia yang berbeda seperti alkaloid, fenol, flavonoid, saponin, sterol, terpen, karbohidrat, dan protein.

Sayangnya, meskipun sudah terkenal, tumbuhan yang termasuk epifit ini belum dibudidayakan, sehingga keberadaannya saat ini termasuk langka dan perlu dilakukan upaya pelestarian.

Demikian ulasan mengenai herbal Kalimantan tabat barito yang bermanfaat sebagai sari rapet oleh etnis Banjar dan Dayak di IKN, terutama Kalsel, dan merupakan obat tradisional penyembuh berbagai penyakit di Malaysia. Semoga bermanfaat. (*)

Editor : Almasrifah
#sari rapet #IKN #tabat barito #Dayak #herbal kalimantan #ficus deltoidei