Memiliki nama latin Hydnophytum sp, manfaat sarang semut telah populer di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Tumbuhan ini disebut sebagai panasea–obat bagi segala penyakit dan kesulitan–baru dari Indonesia.
Selain di Kalimantan, daerah lain yang juga terkenal sebagai penghasil sarang semut adalah Papua.
Meskipun, jika dilihat pada karakteristik sarang semut yang ada di beberapa lokasi penelitian di Kalimantan merupakan spesies yang berbeda dengan yang ada di Papua.
Sesuai dengan namanya, Hydnon, yang dalam bahasa Yunani berarti umbi, sarang semut diketahui memiliki umbi dan duri.
Disadur dari Buku Tumbuhan Berkhasiat Obat Etnis Asli Kalimantan, di dalam umbi tersebut terdapat sistem jaringan dengan lubang-lubang dan daun yang tebal.
Pada habitat alaminya, sarang semut memperbaiki pupuk dari sampah yang diperoleh melalui hasil simbiosis mutualisme tumbuhan sarang semut dengan semut yang menghuninya.
Dilansir dari Alodokter, sarang semut mengandung senyawa polifenol seperti flavonoid, saponin, alkaloid, tanin, dan glikosida.
Senyawa flavonoid yang berlimpah pada sarang semut mampu mencegah dan mengatasi kanker, seperti kanker paru-paru.
Flavonoid bekerja dengan menghambat perkembangan sel-sel kanker dan merangsang terjadinya penghancuran sel-sel yang rusak karena kanker.
Selain itu, kandungan polifenol di dalam sarang semut juga aktif mengendalikan tekanan darah, melancarkan aliran darah, menjaga pembuluh darah tetap lentur, dan menurunkan kadar kolesterol jahat.
Baca Juga: Herbal Kalimantan: Selain Ampuh Redakan Wasir Berdarah, Halinjuang Juga Melindungi IKN dari TBC
Dikutip dari karya ilmiah salah satu mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, yang meneliti pengaruh ekstrak etanol sarang semut terhadap kadar LDL.
Sebagai sample, penelitian ini diujikan terhadap tikus diabetes terinduksi alloxan. Sebanyak 25 tikus jantan dibagi dalam 5 kelompok yang diberikan perlakuan berbeda.
Setelah intervensi 14 hari, pemberian ekstrak etanol sarang semut menunjukkan kelompok dosis 0,54 gram/kg BB mengalami penurunan kadar LDL paling signifikan.
Hal ini menunjukkan bahwa senyawa yang terkandung dalam ekstrak sarang semut mampu menurunkan kadar lemak jahat.
Untuk mendapatkan manfaat sebagai obat tradisional, umumnya sarang semut diolah dengan cara dikeringkan dan ditumbuk hingga menjadi bubuk.
Saat akan mengonsumsinya, bubuk sarang semut dapat diseduh menggunakan air panas atau hangat.
Saat ini, keberadaan sarang semut yang tumbuh menempel pada tumbuhan lain atau inang, semakin sulit ditemukan.
Salah satu penyebabnya, jenis ini memiliki nilai jual yang kemudian diperjualbelikan secara bebas oleh masyarakat dengan memanen langsung dari alam tanpa upaya budidaya.
Demikian ulasan mengenai herbal Kalimantan sarang semut yang kerap dimanfaatkan sebagai obat tradisional dalam mengatasi sakit kanker hingga menurunkan kadar kolesterol jahat. Semoga bermanfaat. (*)
Editor : Almasrifah