KALTIMPOST.ID, Tumbuhan ulur-ulur, yang memiliki nama ilmiah Tetrastigma sp, dikenal luas oleh etnis Dayak Meratus di Kalimantan Selatan sebagai tumbuhan penghasil buah yang unik.
Namun, tumbuhan ini sebenarnya lebih dikenal sebagai inang dari Rhizanthes lowii, sejenis tumbuhan parasit langka.
Masyarakat setempat memanfaatkan getah dari batang Tetrastigma untuk mengobati luka bakar, menambah nilai pentingnya dalam pengobatan tradisional.
Tetrastigma adalah genus tumbuhan yang termasuk dalam famili Vitaceae, dengan model pertumbuhan berupa liana atau tanaman pemanjat.
Tumbuhan ini merambat pada batang pohon lain untuk mendapatkan sinar matahari, karena batangnya sendiri tidak dapat berdiri tegak.
Keberadaan Tetrastigma di hutan sering kali menjadi indikator kawasan hutan yang hijau. Selain menjadi inang bagi Rhizanthes lowii, Tetrastigma juga menjadi tempat bertumbuhnya tumbuhan parasit lain seperti Sapria himalayana dan Rafflesia arnoldii.
Penggunaan Tetrastigma oleh masyarakat Dayak Meratus dalam pengobatan tradisional menunjukkan betapa pentingnya tumbuhan ini tidak hanya sebagai bagian dari ekosistem hutan, tetapi juga sebagai sumber daya alami yang bermanfaat bagi kesehatan.
Pengetahuan lokal ini menjadi salah satu contoh bagaimana kearifan tradisional dapat berkontribusi pada pemahaman kita tentang tumbuhan obat dan pelestarian keanekaragaman hayati. (*)
Editor : Dwi Puspitarini