KALTIMPOST.ID, Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah kondisi yang sering menyebabkan nyeri dan kesemutan di pergelangan dan jari tangan.
Gangguan ini muncul ketika saraf medianus di pergelangan tangan tertekan, yang membuat aliran darah dan sinyal saraf terganggu.
Dokter biasanya akan melakukan Tes Phalen untuk mendeteksi CTS jika Anda mengalami mati rasa atau nyeri di jari.
Dr. Fajar Rudy Qimindra, Sp.N CIPS FIPP menjelaskan, “Carpal Tunnel Syndrome adalah sekumpulan gejala yang muncul karena saraf medianus terjepit di pergelangan tangan.”
Kondisi ini bisa terjadi karena gerakan yang berulang atau tekanan tinggi pada pergelangan tangan, dan cukup umum dialami oleh wanita di atas 55 tahun, perokok, atau orang dengan diabetes.
CTS umumnya ditandai dengan kesemutan, mati rasa, atau nyeri di jari-jari—terutama di ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah.
Nyeri ini sering muncul di malam hari, membuat penderitanya sulit tidur atau harus terbangun untuk menggerak-gerakkan tangan.
Tes Phalen adalah cara mudah untuk memeriksa CTS. Dalam tes ini, dokter akan meminta pasien untuk memosisikan tangan dengan punggung telapak tangan saling menempel, lalu mengangkat siku hingga setinggi dada. Tahan sekitar 30 detik atau sampai 1 menit.
Jika timbul kesemutan atau mati rasa setelah satu menit, ada kemungkinan besar pasien menderita CTS.
Selain pada orang dewasa, CTS bisa dialami oleh mereka yang sering melakukan aktivitas yang menekan pergelangan tangan, seperti mengetik, mengangkat benda berat, atau berolahraga berat.
Gerakan berulang-ulang ini membuat saraf medianus rentan terjepit di dalam saluran pergelangan tangan.
Menurut Dr. Fajar, “Tekanan pada saraf ini meningkat hingga menyebabkan CTS saat ada aktivitas berlebihan atau posisi pergelangan tangan yang tidak tepat.”
Tekanan normal di area ini biasanya sekitar 7-8 mmHg, tetapi bisa meningkat hingga 30 mmHg dan menyebabkan CTS.
Saraf medianus ini sangat sensitif karena berperan dalam gerakan dan rasa di tangan.
Selain mati rasa, CTS juga bisa menyebabkan kelemahan pada tangan. Banyak penderita CTS mengalami kesulitan menggenggam atau cenderung sering menjatuhkan benda yang dipegang.
Pada kasus yang lebih parah, CTS bahkan menyebabkan tangan menjadi kaku dan lemah.
Tes Phalen merupakan langkah sederhana namun efektif untuk mendeteksi CTS.
Menurut Dr. Fajar, jika Anda mengalami gejala seperti kesemutan di malam hari atau nyeri di pergelangan tangan, segera lakukan pemeriksaan untuk menghindari kerusakan saraf lebih lanjut.
Dengan mengetahui gejala sejak awal, pengobatan CTS bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.
Jika tidak ditangani, CTS bisa berdampak besar pada aktivitas sehari-hari, terutama bagi mereka yang aktif menggunakan tangan dalam bekerja. (*)
Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel
Editor : Dwi Puspitarini