Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Mau Irigasi Telinga Sendiri? Jangan! Prosedur Sederhana yang Bisa Berakibat Fatal jika Salah

Dwi Puspitarini • Selasa, 17 Desember 2024 | 08:24 WIB

 

Prosedur irigasi telinga efektif membersihkan serumen, tapi ada risiko bahaya jika dilakukan tanpa pengawasan dokter.
Prosedur irigasi telinga efektif membersihkan serumen, tapi ada risiko bahaya jika dilakukan tanpa pengawasan dokter.

 

KALTIMPOST.ID, Membersihkan telinga tampaknya sederhana, tetapi siapa sangka jika salah langkah justru bisa membahayakan kesehatan Anda.

Salah satu metode populer yang sering digunakan untuk mengatasi telinga tersumbat adalah irigasi telinga.

Namun, prosedur ini tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada teknik tertentu dan alat yang harus digunakan agar telinga tetap aman.

Menurut Dr Dizi dari Alomedika, “Serumen prop atau impaksi serumen adalah kondisi penumpukan kotoran telinga yang dapat menyebabkan rasa penuh, gatal, bahkan gangguan pendengaran. Ini juga bisa menyulitkan dokter dalam memeriksa bagian dalam telinga.” 

 Baca Juga: Mengenal Vitiligo: Penyakit Kulit Bercak Putih yang Sering Disalahpahami, Benarkah Tidak Bisa Disembuhkan?

Apa Itu Irigasi Telinga? 

Irigasi telinga adalah prosedur medis yang melibatkan penyemprotan cairan hangat ke dalam liang telinga.

Prosedur ini bertujuan mengeluarkan kotoran berlebih (serumen) atau benda asing kecil yang masuk ke telinga.

Cairan yang digunakan biasanya normal saline atau larutan khusus seperti hidrogen peroksida. 

Prosedur ini terkesan mudah, tetapi memiliki risiko tinggi. Jika tidak dilakukan dengan benar, tekanan air dapat mencederai membran timpani atau menyebabkan komplikasi lainnya. Karena itu, tindakan ini sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis profesional. 

 Baca Juga: Ibu-ibu Wajib Tahu Ini! Daftar Makanan yang Tidak Boleh Dicuci

Meskipun efektif, irigasi telinga tidak bisa dilakukan pada semua orang. Ada beberapa kondisi di mana prosedur ini tidak dianjurkan, seperti: 

- Pasien dengan riwayat operasi telinga. 

- Membran timpani yang sudah tidak utuh. 

- Adanya kelainan pada liang telinga, seperti keganasan atau jaringan luka.  

Jika Anda merasa telinga tersumbat, jangan langsung mencoba membersihkannya sendiri dengan alat seperti cotton bud.

Penggunaan cotton bud justru bisa mendorong kotoran lebih dalam. Sebagai gantinya, Anda bisa mencoba obat tetes serumenolitik yang tersedia di apotek. 

“Penggunaan obat tetes serumenolitik sering dikombinasikan dengan irigasi untuk hasil yang lebih baik,” jelas Dr Dizi. 

 Baca Juga: Kale: Superfood Terbaik dengan Manfaat Luar Biasa yang Jarang Diketahui

Bahaya Membersihkan Telinga Sendiri 

Banyak orang mencoba membersihkan telinga dengan cara-cara yang tidak aman, seperti memasukkan benda tajam atau cotton bud terlalu dalam.

Padahal, tindakan ini berisiko menyebabkan cedera serius, seperti luka pada liang telinga, infeksi, atau bahkan gangguan pendengaran permanen. 

Menurut penelitian, tingkat keberhasilan irigasi telinga dalam mengatasi serumen prop mencapai 68-92 persen.

Namun, meski terbilang tinggi, risiko tetap ada. Mulai dari pendarahan, infeksi, hingga kerusakan pendengaran permanen bisa terjadi jika prosedur dilakukan secara ceroboh. 

Jika Anda merasa ada yang tidak beres dengan telinga, segera konsultasikan ke dokter THT untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Ingat, kesehatan telinga adalah investasi jangka panjang yang harus dijaga dengan baik. (*)

Editor : Dwi Puspitarini
#risiko #cara aman membersihkan telinga #membersihkan telinga #serumen telinga #irigasi telinga #bahaya