Kondisi kaku tersebut biasanya muncul ketika seseorang sedang beralih antara transisi tidur dan bangun ataupun sebaliknya.
Seseorang yang mengalami ketindihan, tidak akan dapat berbicara ataupun menggerakkan tubuhnya selama beberapa detik bahkan menit. Keadaan ini juga kerap dibarengi dengan halusinasi.
Fenomena ini, di kalangan masyarakat, sering dikaitkan dengan fenomena mistis. Lantas, mitos atau fakta bahwa ketindihan ulah makhluk halus? Berikut pandangan medis dan agama.
Ketindihan Menurut Medis
Ketindihan dalam dunia medis disebut dengan sleep paralysis. Yaitu, keadaan transisi yang terjadi ketika seseorang mengalami kelumpuhan sementara untuk bereaksi, bergerak atau berbicara ketika tertidur (hypnagogic) atau saat bangun dari tidur (hypnopompic). Sleep paralysis ditandai dengan ketidakmampuan orang tersebut untuk menggerakan otot saat tidur.
Dilansir dari laman Hermina Hospitals, kondisi ini sering dianggap sebagai fenomena mistis. Faktanya, ketindihan atau sleep paralysis terjadi karena mekanisme otak dan tubuh tumpang tindih dan tidak bekerja secara harmonis saat Anda tertidur.
Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang terbangun di tengah siklus REM, yaitu tahap tidur terdalam, saat semua otot dalam keadaan rileks.
Karena itu, ketika seseorang tiba-tiba terbangun sebelum siklus REM selesai, otak belum siap mengirimkan sinyal bangun sehingga tubuh masih setengah terjaga. Inilah sebabnya mengapa Anda akan "lumpuh" untuk sementara.
Ketindihan Menurut Agama
Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa seseorang bisa merasakan ketakutan dan rasa sakit dalam mimpi seolah-olah itu terjadi di dunia nyata. Mimpi tersebut berhubungan dengan kondisi hati seorang Muslim dalam menjalani kehidupan di dunia.
Hati yang teralihkan oleh berbagai hal duniawi dapat menyebabkan ketidaktenangan, yang akhirnya tercermin dalam mimpi.
Saat tidur, mimpi buruk atau ketindihan bisa menjadi penderitaan yang mengganggu tidur, membuat istirahat tidak cukup berkualitas. Akibatnya, produktivitas pun dapat terganggu.
Ketindihan saat tidur sebenarnya bukanlah kejadian yang berhubungan dengan hal mistis. Namun, seperti yang dijelaskan dalam artikel berjudul Fenomena Ketindihan Perspektif Medis dan Agama Islam oleh Azka Diana, ketindihan bisa dianggap sebagai gangguan yang disebabkan oleh setan bagi manusia.
قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ
Artinya: Ia (iblis) berkata, "Disebabkan karena Engkau telah menyesatkan saya, aku benar-benar akan duduk (menghadapi) mereka di jalan Engkau yang lebar lagi lurus. Kemudian, aku pasti akan mendatangi mereka dari depan dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur." (QS Al-Araf: 16-17). (*)