Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kebiasaan Ini Sering Dilakukan saat Lebaran, Tapi Ternyata Berisiko

Dwi Puspitarini • Jumat, 4 April 2025 | 13:00 WIB
Ilustrasi makanan Lebaran.
Ilustrasi makanan Lebaran.

KALTIMPOST.ID, Setiap Lebaran, rumah biasanya penuh dengan aroma opor, rendang, hingga sambal goreng ati yang menggoda.

Karena dimasak dalam jumlah besar, makanan pun sering disimpan berhari-hari. Solusinya? Dipanaskan ulang. Praktis dan hemat. Tapi… aman nggak sih?

Ternyata, masih banyak orang percaya bahwa makanan hanya boleh dipanaskan satu kali. Lewat dari itu, katanya bisa bikin sakit perut. Tapi benarkah?

 Baca Juga: Dita Karang, Jinny, dan Minji Tinggalkan Secret Number! Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Mitos atau Fakta?

Menurut pakar gizi dan sumber dari laman Healthy Food, anggapan tersebut adalah mitos. Makanan boleh dipanaskan lebih dari sekali, asal kamu tahu caranya.

Masalah utama bukan pada seberapa sering dipanaskan, tapi bagaimana cara menyimpan dan menghangatkannya.

Kita mungkin nggak sadar, makanan bisa terkontaminasi bakteri dari udara, tangan, atau wadah penyimpan. Bahkan nasi putih yang terlihat "aman" bisa jadi sarang bakteri jika tidak cepat didinginkan.

 Baca Juga: Cabai Rawit Jadi Komoditas Mahal, Ini Saat yang Tepat untuk Mulai Bisnisnya

Yang berbahaya adalah bakteri seperti Staphylococcus aureus, yang bisa menghasilkan racun. Racun ini nggak mati meski dipanaskan. Jadi walaupun makanan terlihat normal, tubuh kita tetap bisa “kebobolan”.

Beberapa jenis makanan sangat rentan terkontaminasi bakteri jika tidak disimpan dengan benar, seperti daging dan olahannya, telur, produk susu, makanan tinggi protein, nasi, pasta, dan makanan laut.

Jika tidak ditangani dengan tepat, makanan-makanan ini bisa berubah menjadi ancaman serius bagi kesehatan pencernaan.

 Baca Juga: Rebahan Terus Bikin Celaka? 7 Bahaya Mengintai Kaum Mager!

Tips Aman Menghangatkan Makanan

Agar makanan sisa tetap aman dikonsumsi, pastikan kamu tidak membiarkannya terlalu lama setelah matang. Idealnya, makanan harus segera didinginkan dalam waktu maksimal dua jam.

Gunakan wadah datar atau dangkal agar makanan lebih cepat dingin dan bisa langsung dimasukkan ke dalam kulkas.

Langkah ini penting untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang bisa berbahaya bagi kesehatan.

 Baca Juga: Tumbuhan Pinggir Jalan Ini Ternyata Menyimpan Rahasia Turunkan Asam Urat Hingga 50 Persen!

Saat ingin menghangatkan kembali makanan, pastikan suhunya merata dan mencapai minimal 75°C agar bakteri penyebab penyakit benar-benar mati.

Panaskan hanya porsi yang akan langsung dimakan, dan simpan sisanya kembali dengan cepat jika tidak habis.

Khusus untuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah, sebaiknya hindari memberikan makanan yang telah dipanaskan berulang kali untuk mencegah risiko keracunan makanan.

 Baca Juga: Jangan Abaikan! Ini Daftar Makanan yang Dapat Merusak Fungsi Ginjal secara Perlahan

Memanaskan makanan sisa itu boleh. Tapi, asal tahu ilmunya. Jangan anggap remeh sisa rendang atau opor yang kelihatan aman-aman saja.

Salah simpan, salah panaskan, bisa jadi kamu atau keluargamu harus bolak-balik kamar mandi.

Daripada menyesal, lebih baik ekstra hati-hati. Ingat, makanan enak seharusnya membawa kebahagiaan, bukan keracunan. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#makanan lebaran #memanaskan makanan #lebaran #makanan sisa Lebaran #bahaya memanaskan makanan