Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Filler Bibir Makin Ngetren, Ampuhkah Gaet Pria? Ilmuwan Justru Wanti-Wanti Bahayanya

Raden Roro Mira Budi Asih • Selasa, 15 April 2025 | 19:25 WIB
PENAMPILAN: Filler bibir makin ramai.
PENAMPILAN: Filler bibir makin ramai.

KALTIMPOST.ID – Di tengah bombardir media sosial dengan tren bibir tebal bak hasil filler, sebuah penelitian anyar dari Negeri Kanguru justru membongkar fakta yang cukup mencengangkan. Ternyata, kaum Adam lebih kepincut dengan wanita yang memiliki bibir alami alias orisinil!

Penelitian yang digarap oleh tim ilmuwan dari University of Sydney ini melibatkan 32 mahasiswa, dengan komposisi 16 pria dan 16 wanita. Mereka diminta untuk memberikan penilaian terhadap serangkaian wajah hasil rekayasa komputer.

Uniknya, wajah-wajah tersebut ditampilkan dalam tujuh variasi bentuk bibir yang ekstrem, mulai dari setipis benang hingga super tebal layaknya bibir karakter kartun.

"Hasilnya sangat jelas. Pria secara konsisten memilih bibir natural sebagai yang paling menarik di wajah wanita," tulis para peneliti dalam laporan studi yang baru saja dipublikasikan tersebut.

Namun, kejutan tak berhenti di situ. Para wanita dalam penelitian ini justru cenderung memberikan nilai tinggi untuk bibir yang lebih penuh, terutama saat menilai wajah sesama wanita.

Hal ini mengindikasikan adanya perbedaan signifikan dalam persepsi kecantikan antara pria dan wanita, di mana bentuk bibir menjadi salah satu tolok ukurnya.

Ironisnya, meskipun preferensi pria cenderung pada bibir yang natural, popularitas prosedur filler bibir di kalangan wanita justru terus meroket. Laporan dari GlobeNewswire bahkan memprediksi pasar global untuk filler bibir akan terus tumbuh sebesar 3,6 persen setiap tahunnya mulai dari 2024 hingga 2034.

Para peneliti pun mewanti-wanti bahwa tren itu berpotensi memicu masalah serius pada persepsi diri, yang dikenal sebagai lip dysmorphia. Kondisi yang membuat seseorang merasa bentuk bibirnya tidak sempurna, padahal kenyataannya baik-baik saja.

"Ketika seseorang terus-menerus mengubah bentuk bibirnya, otak akan beradaptasi dengan bentuk baru tersebut dan mendefinisikan ulang standar kecantikannya. Hal ini justru mendorong keinginan untuk melakukan prosedur filler lebih lanjut," jelas tim peneliti dengan nada prihatin.

Selain berdampak pada kesehatan mental, filler bibir juga menyimpan risiko fisik yang tak bisa dianggap enteng. Kasus reaksi alergi hingga komplikasi serius akibat prosedur ini bukan lagi isapan jempol. Contoh ekstremnya terjadi di Brasil, di mana seorang wanita nyaris meregang nyawa akibat alergi parah setelah melakukan filler di sebuah klinik gigi.

Jadi, di tengah gempuran tren bibir plumpy ala filter Instagram dan filler yang terus merajalela, data sains justru membuktikan sebaliknya. Pria lebih memilih bibir yang alami. Fakta ini sekaligus menjadi pengingat bahwa untuk tampil menawan, tak selalu butuh sentuhan buatan yang berisiko. Cantik itu natural! (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#wajah #filler bibir #kesehatan #penelitian