Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Terlalu Sering Makan Makanan Mentah, Ini Risiko Kesehatan yang Mengintai

Uways Alqadrie • Senin, 23 Juni 2025 | 10:12 WIB
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

KALTIMPOST.ID, JAKARTA — Konsumsi makanan mentah seperti sushi, sashimi, hingga minuman dengan campuran telur mentah masih menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Asia, termasuk Indonesia. 

Meski memberikan cita rasa khas dan dipercaya menambah energi, kebiasaan ini ternyata menyimpan sejumlah risiko kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering.

Menurut para ahli, makanan mentah yang tidak diolah dengan tepat berpotensi membawa parasit atau bakteri berbahaya yang dapat menginfeksi tubuh. 

Misalnya, bakteri Salmonella yang biasanya mati saat proses memasak bisa tetap bertahan dalam makanan mentah yang disajikan tanpa perlakuan panas memadai.

Risiko Tersembunyi dalam Sajian Mentah

Tidak hanya ikan dan daging, sejumlah sayuran pun bisa menjadi sumber masalah kesehatan jika dikonsumsi mentah dalam jumlah berlebihan. Sayur seperti kangkung, brokoli, atau kubis diketahui mengandung senyawa goitrogen yang dapat mengganggu fungsi tiroid jika dikonsumsi terus-menerus tanpa dimasak.

Konsumsi berlebihan sayuran mentah tertentu berpotensi menyebabkan pembengkakan pada kelenjar tiroid (gondok), serta memicu gangguan metabolisme tubuh. Gangguan ini bisa berdampak pada fluktuasi berat badan, gula darah, bahkan menurunnya energi harian.

Masalah Pencernaan hingga Infeksi Parasit

Makanan mentah juga cenderung lebih sulit dicerna. Struktur serat pada daging atau sayur yang belum dimasak dapat menyebabkan perut kembung, rasa tidak nyaman, bahkan sembelit, terutama pada individu dengan sistem pencernaan sensitif.

Selain itu, ikan mentah menjadi media favorit bagi sejumlah parasit seperti cacing hati dan cacing pita. 

Cacing hati, misalnya, dapat menyerang organ hati dan menyebabkan infeksi saluran empedu serta komplikasi serius seperti batu empedu dan risiko kanker hati. 

Sementara cacing pita menyerap nutrisi dari usus, memicu gejala seperti diare, nyeri perut, dan kelelahan akibat kekurangan vitamin, khususnya B12.

Waspadai Keracunan Skombroid

Jenis keracunan lain yang kerap muncul akibat konsumsi ikan mentah adalah scombroid poisoning. Ini terjadi saat ikan tidak disimpan atau ditangani dengan benar. 

Sehingga memicu pembentukan senyawa histamin dari pembusukan bakteri. Gejalanya meliputi gatal-gatal, pusing, mual, dan gangguan pencernaan lainnya.

Pentingnya Mengolah Makanan dengan Aman

Pakar kesehatan menekankan bahwa tubuh manusia tidak dirancang untuk mengolah semua jenis makanan mentah seperti hewan pemakan daging atau herbivora. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih dan menyiapkan makanan.

Mengonsumsi makanan mentah sesekali dalam kondisi tubuh yang sehat mungkin tidak menimbulkan efek langsung. Namun, untuk mencegah gangguan kesehatan jangka panjang, ada baiknya mengutamakan pengolahan makanan yang higienis dan matang sempurna.

"Kebersihan bahan makanan dan cara penyajiannya memainkan peran kunci dalam menjaga tubuh tetap sehat. Menghindari risiko lebih baik daripada mengobati," ujar seorang ahli gizi klinis.

Editor : Uways Alqadrie
#sashimi #diet #sushi #makanan mentah #makanan sehat