KALTIMPOST.ID-Seiring dengan berita aktivitas pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menarik perhatian, aktivitas pekerja di wilayah tersebut juga semakin meningkat. Baik yang berada di lapangan maupun di ruang kerja perkantoran.
Gangguan seperti kram dan cedera otot menjadi tantangan yang bisa menghambat produktivitas.
Maka, menjaga kesehatan tubuh selama bekerja menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.
Cedera otot terjadi saat serabut otot meregang hingga robek. Sementara kram merupakan kontraksi tiba-tiba yang menimbulkan nyeri hebat.
Keduanya sering diawali dengan keluhan ringan, nyeri punggung, leher kaku, bahu terasa berat, atau kram berulang di betis dan lengan.
Dokter Spesialis Ortopedi Mayapada Hospital Nusantara Yosua Adi Nugroho SpOT, FICS, mengatakan kondisi itu menandakan kelelahan, kekurangan cairan, atau gangguan elektrolit akibat postur kerja yang tidak ideal.
Itu bisa dialami oleh pekerja konstruksi yang terpapar stres mekanis berulang, maupun pekerja kantoran yang duduk terlalu lama.
“Keluhan itu sebenarnya bisa ditangani secara menyeluruh. Mulai pemeriksaan laboratorium, pemberian obat, konsultasi gizi, rehabilitasi, edukasi ergonomi, latihan otot, hingga penyesuaian aktivitas kerja. Namun, pasien sering baru datang saat kondisinya sudah kronis atau mengganggu aktivitas,” jelasnya.
Kram dan cedera otot bisa ditangani dengan cepat dan tepat oleh tim dokter ortopedi di Orthopedic Center Mayapada Hospital Nusantara.
Layanan terpadu itu siaga menangani berbagai cedera akibat kerja. Termasuk gangguan sistem gerak tubuh (muskuloskeletal) seperti kram dan cedera otot.
Keluhan otot yang muncul berulang bisa menjadi tanda awal beban tubuh berlebih dan tidak boleh diabaikan.
Melalui layanan trauma emergency yang terintegrasi dengan Orthopedic Center, tim multidisiplin di Mayapada Hospital Nusantara siap menangani berbagai cedera otot, sendi, dan tulang. Mulai diagnosis hingga terapi, termasuk tindakan minimal invasif.
Mayapada Hospital Nusantara juga telah bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi pekerja di wilayah IKN.
Hospital Director Mayapada Hospital Nusantara dr Farah Alkatiri, MM, MPH, FISQua mengungkapkan, kerja sama itu menjadi bagian dari komitmen Mayapada Hospital Nusantara dalam mendukung kesehatan dan produktivitas tenaga kerja di wilayah IKN.
Dengan layanan menyeluruh, Mayapada Hospital Nusantara diharapkan bisa menjadi pusat rujukan trauma center bagi berbagai sektor industri.
Penanganan di Mayapada Hospital Nusantara didukung oleh tim dokter multidisiplin untuk memastikan pemulihan berjalan optimal.
Tersedia pula kamar rawat inap khusus bagi peserta BPJSTK agar pasien bisa segera mendapatkan perawatan tanpa harus menunggu.
Layanan Mayapada Hospital Nusantara bisa diakses dengan mudah melalui aplikasi MyCare untuk booking konsultasi cedera.
Jika terjadi kondisi kegawatdaruratan, Anda dapat menghubungi call center 150990 atau fitur Emergency Call di MyCare.
Edukasi kesehatan lainnya bisa disimak dalam fitur Health Articles & Tips, serta fitur Personal Health, yang terhubung dengan Health Access dan Google Fit untuk memantau jumlah langkah harian, kalori yang terbakar, detak jantung, hingga Body Mass Index (BMI).
Unduh MyCare di Google Play Store atau App Store sekarang dan dapatkan poin reward berupa potongan harga bagi pengguna baru untuk berbagai jenis pemeriksaan di seluruh unit Mayapada Hospital. (rd)
Editor : Romdani.