Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tips Merawat Bayi dan Balita Agar Sehat dan Tumbuh Optimal Menurut Dokter

Uways Alqadrie • Minggu, 20 Juli 2025 | 09:50 WIB

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi
KALTIMPOST.ID,SAMARINDA – Masa bayi dan balita merupakan fase emas dalam perkembangan manusia. Periode ini dimulai sejak lahir hingga usia 59 bulan atau hampir lima tahun, dan terbagi dalam tiga tahapan penting: bayi baru lahir (0–28 hari), bayi (0–11 bulan), serta balita (12–59 bulan).

Menurut dr Rina Susanti Sp A, dokter spesialis anak di RSUD Tarakan Jakarta, fase ini sangat menentukan masa depan kesehatan anak.

"Pertumbuhan otak, imunitas, serta perkembangan motorik dan sosial sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi, pola asuh, dan stimulasi sejak dini," ujarnya.

Fokus Kesehatan Bayi dan Balita

Perhatian utama pada masa bayi meliputi pencegahan infeksi, pelayanan neonatal esensial, serta skrining dini untuk deteksi kelainan bawaan. Selain itu, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama sangat direkomendasikan oleh para ahli.

"ASI adalah sumber gizi terbaik bagi bayi. Kandungan antibodi di dalamnya melindungi bayi dari berbagai infeksi di awal kehidupan," jelas dr. Dwi Lestari, M.Kes, pakar gizi ibu dan anak dari Universitas Indonesia.

Memasuki usia enam bulan ke atas, bayi memerlukan MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang padat nutrisi dan diberikan sesuai jadwal. Selain itu, perawatan kulit, kebersihan lingkungan, serta vaksinasi lengkap menjadi bagian integral dari upaya perlindungan kesehatan anak.

Masa Balita: Nutrisi, Aktivitas Fisik, dan Stimulasi

Pada masa balita, fokus utama beralih ke nutrisi seimbang, aktivitas fisik, dan stimulasi perkembangan otak serta keterampilan sosial. "Stimulasi sederhana seperti membaca cerita, menyanyi bersama, atau bermain peran sangat efektif dalam memicu perkembangan bahasa dan emosi anak," kata psikolog perkembangan anak, Fitri Amalia, M.Psi.

Aktivitas fisik juga penting untuk pertumbuhan tulang dan otot. Anak yang aktif bergerak cenderung memiliki keseimbangan motorik yang lebih baik dan lebih percaya diri dalam bersosialisasi.

Deteksi Dini Tumbuh Kembang

Tanda-tanda anak tumbuh sehat dapat dilihat dari berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, serta kemampuan motorik dan sosial yang sesuai dengan tahapan usianya. Jika orang tua melihat adanya keterlambatan atau keluhan kesehatan, sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi ke dokter anak atau puskesmas.

Baca Juga: Profil Pangeran Alwaleed, 20 Tahun Hanya Terbaring, Sleeping Prince Ini Akhirnya Menyerah

"Semakin cepat kelainan atau gangguan tumbuh kembang dikenali, semakin besar kemungkinan anak mendapatkan penanganan yang tepat dan optimal," tutup dr. Rina.

 

Editor : Uways Alqadrie
#pertumbuhan anak #balita #pola asuh anak #gizi anak #kesehatan anak #perkembangan anak #usia emas