KALTIMPOST.ID, Pernah merasa gatal-gatal hebat, muncul bentol kemerahan di kulit, padahal baru saja menikmati makanan favorit?
Banyak orang tak pernah mengira, kebiasaan sehari-hari di meja makan ternyata bisa menjadi pemicu utama biduran atau urtikaria.
Kondisi ini bisa membuat tidur gelisah, aktivitas terganggu, bahkan mengganggu kepercayaan diri.
Makanan memang memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan kulit. Dalam beberapa kasus, tubuh bisa bereaksi sangat sensitif pada zat tertentu dari makanan yang dianggap “biasa saja”, seperti telur, susu, atau seafood.
Reaksi ini bukan hanya menimbulkan gatal di kulit, tapi juga bisa menyebabkan ruam dan bengkak mendadak.
Menariknya, banyak makanan pemicu biduran justru adalah asupan umum yang kerap dikonsumsi tanpa rasa was-was.
Bahkan, sumber medis menegaskan, ada daftar makanan tertentu yang sebaiknya dihindari oleh penderita biduran agar gejala tidak kembali kambuh.
Makanan Pemicu Biduran yang Sering Tidak Disadari
- Seafood dan Produk Laut
Kerang, udang, kepiting, dan ikan laut adalah pemicu klasik biduran karena kandungan protein dan histaminnya yang tinggi. Banyak kasus alergi makanan dimulai dari seafood, seperti dikutip dari Halodoc.
- Kacang-kacangan
Termasuk kacang tanah, almond, dan mete. Protein tertentu pada kacang bisa langsung memicu sistem imun melepaskan histamin penyebab gatal dan ruam.
- Telur
Putih telur terutama, sering memicu reaksi alergi pada kulit.
- Susu dan Olahan Susu
Susu sapi, keju, yoghurt, serta produk susu fermentasi dapat memicu biduran, terutama bagi mereka yang punya intoleransi protein susu atau alergi laktosa.
- Buah-buahan Tertentu
Buah segar seperti stroberi, tomat, ceri, dan jeruk mengandung histamin tinggi yang dapat memancing biduran.
- Sayuran Tertentu
Bayam dan terung mengandung senyawa yang memicu pelepasan histamin dalam tubuh.
- Daging dan Produk Olahan
Daging sapi olahan, sosis, salami, dan ikan kemasan (tuna, teri, sarden) mengandung zat tambahan dan histamin yang bisa memicu biduran lebih dari daging segar.
- Makanan dengan Pengawet, Pewarna, atau Perasa Buatan
Makanan cepat saji, mi instan, minuman bersoda, serta makanan dengan pemanis atau penyedap buatan. Zat ini rentan menyebabkan peradangan kulit pada penderita sensitif.
- Cokelat
Produk cokelat mengandung zat tambahan seperti susu atau kacang, juga sering jadi biang biduran. Pada beberapa orang, kakao murni pun tetap bisa menyebabkan alergi.
- Minuman Beralkohol dan Fermentasi
Wine, bir, dan makanan fermentasi seperti keju matang atau acar, kaya akan histamin yang memperparah gejala gatal-gatal.
Tips Penting agar Biduran Tidak Kambuh
- Kenali riwayat alergi pribadi dan selalu cek komposisi makanan sebelum mengonsumsi.
- Jika biduran muncul, segera hentikan konsumsi makanan yang dicurigai sebagai pemicu dan perhatikan perbaikan gejala.
- Konsultasikan ke dokter jika gejala berat atau tak kunjung reda.
Selain makanan, biduran juga bisa dipicu oleh obat-obatan, infeksi, udara dingin, bahkan stres. Jadi, perhatikan pola hidup sehat dan hindari faktor pemicu sebanyak mungkin. ***
Editor : Dwi Puspitarini