Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bukan Cuma Lansia, Anak Muda Juga Rentan Osteoporosis

Alisha Indah Latifa • Rabu, 17 September 2025 | 08:55 WIB
Photo
Photo

KALTIMPOST.ID, Selama ini osteoporosis sering dianggap sebagai penyakit orang tua. Padahal, risikonya juga bisa mengintai anak muda, terutama yang menjalani gaya hidup tidak sehat.

Gaya hidup serbainstan, jarang olahraga, serta kurang konsumsi kalsium dan vitamin D membuat tulang generasi muda lebih rentan rapuh.

Kenapa Anak Muda Bisa Kena Osteoporosis?

Osteoporosis adalah kondisi ketika kepadatan tulang menurun sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah.

Menurut World Health Organization (WHO), kepadatan tulang seseorang mencapai puncaknya di usia 25–30 tahun.

Jika di masa muda tidak tercapai kepadatan tulang yang optimal, maka risiko osteoporosis di usia lebih dini akan meningkat.

Penelitian dari Universitas Indonesia (2022) mencatat bahwa lebih dari 30 persen mahasiswa yang diteliti memiliki asupan kalsium harian di bawah angka kecukupan gizi.

Ditambah lagi, banyak dari mereka jarang berolahraga beban dan minim terpapar sinar matahari, sehingga kadar vitamin D dalam tubuh rendah.

Faktor-faktor inilah yang membuat anak muda lebih rentan mengalami pengeroposan tulang lebih cepat.

Tanda Awal yang Sering Diabaikan

Baca Juga: Insomnia Bisa Mempercepat Penuaan Otak, Ini Kata Para Ahli

Osteoporosis kerap disebut silent disease karena tidak menimbulkan gejala jelas. Namun, ada beberapa tanda awal yang bisa diwaspadai, seperti:

Rahasia Agar Tulang Tetap Kuat

Agar terhindar dari osteoporosis sejak muda, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:

1. Perbanyak Asupan Kalsium

Menurut Kementerian Kesehatan RI, kebutuhan kalsium remaja dan dewasa muda berkisar 1.000–1.300 mg per hari. Sumbernya bisa dari susu, yogurt, keju, tahu, tempe, kacang almond, hingga sayuran hijau.

2. Cukupi Vitamin D

Baca Juga: Balut Lagi Viral di Sosmed: Benarkah Halal dan Aman Dikonsumsi?

Vitamin D berperan penting membantu penyerapan kalsium. Penelitian yang dipublikasikan di Clinical Nutrition(2020) menyebutkan bahwa defisiensi vitamin D menjadi salah satu penyebab utama rendahnya kepadatan tulang pada usia muda. Berjemur 10–15 menit di pagi hari sudah cukup membantu produksi vitamin D alami dalam tubuh.

3. Olahraga Beban Secara Teratur

Latihan beban seperti jalan cepat, jogging, skipping, atau angkat beban ringan bisa merangsang pembentukan massa tulang. Menurut American College of Sports Medicine, aktivitas ini sebaiknya dilakukan minimal tiga kali seminggu.

4. Hindari Kebiasaan Buruk

Baca Juga: Cek Dirimu, Apakah Masih Melakukan Lima Kebiasaan Buruk Ini?

Merokok, minum alkohol, hingga terlalu banyak duduk bisa mempercepat pengeroposan tulang. Mengubah kebiasaan kecil ini akan memberi dampak besar dalam jangka panjang.

5. Kelola Stres dan Pola Tidur

Stres berkepanjangan dan kurang tidur memengaruhi metabolisme tubuh, termasuk kesehatan tulang. Tidur cukup 7–8 jam per malam membantu proses regenerasi sel berjalan optimal.

Osteoporosis bukan hanya masalah orang tua. Anak muda yang abai dengan gaya hidup sehat bisa lebih cepat mengalami penurunan kepadatan tulang.

Baca Juga: 5 Makanan Ekstrem dari Berbagai Negara: Dari Balut Filipina hingga Surströmming Swedia

Dengan menjaga asupan kalsium, cukup vitamin D, rajin olahraga beban, serta menghindari kebiasaan buruk, tulang bisa tetap kuat hingga usia lanjut.

Seperti dikatakan oleh Prof. dr. Saptawati Bardosono, MSc, pakar gizi dari Universitas Indonesia, “Masa muda adalah kesempatan emas untuk membangun tulang yang kuat.

Jika gagal tercapai, risiko osteoporosis di masa tua akan meningkat lebih tinggi.” (*)

Editor : Almasrifah
#tulang #anak muda #kalsium #osteoporosis sejak muda #gaya hidup #osteoporosis