Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Awas! Penyakit Ginjal Kronis Mengancam, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat!

Ari Arief • Minggu, 23 November 2025 | 05:30 WIB

Ilustrasi ginjal
Ilustrasi ginjal

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Penyakit Ginjal Kronis (PGK) kini menjadi perhatian serius para ahli kesehatan global, seiring peningkatannya menjadi krisis yang mengkhawatirkan. Data tahun 2023 menunjukkan bahwa PGK telah mengakibatkan hampir 1,5 juta kematian dan memengaruhi fungsi ginjal pada sekitar 800 juta individu di seluruh dunia.

Berdasarkan laporan Global Burden of Disease (GBD) 2023 yang dikutip dari Times of India, sebanyak 788 juta orang dewasa berusia 20 tahun ke atas saat ini hidup dengan PGK. Angka ini mencerminkan peningkatan drastis, lebih dari dua kali lipat dibandingkan jumlah kasus pada tahun 1990.

Wilayah Afrika Utara, Timur Tengah, dan Asia Selatan melaporkan prevalensi tertinggi, dengan hampir 16 persen populasi dewasa di area tersebut mengidap PGK.

PGK bukan hanya masalah ginjal semata. Gangguan fungsi ginjal juga berkontribusi signifikan terhadap risiko kesehatan lain, terutama terkait penyakit kardiovaskular. Diperkirakan 11,5 persen dari seluruh kematian akibat masalah jantung memiliki kaitan dengan disfungsi ginjal.

Baca Juga: Empat Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Ginjal Cepat Rusak, Nomor 2 Sering Diabaikan!

Beban PGK terus meningkat dalam tiga dekade terakhir, dipicu oleh populasi yang menua serta semakin meluasnya penyakit metabolik seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan lembaga terkait lainnya menegaskan bahwa peningkatan kasus PGK sebenarnya dapat dicegah. Ini dapat terwujud jika sistem kesehatan memprioritaskan skrining dini, upaya pencegahan, dan memastikan akses yang efektif terhadap perawatan.

Mengenali Gejala Awal PGK

Penyakit ginjal seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas pada stadium awal. Namun, beberapa tanda peringatan penting harus diwaspadai, terutama bagi individu dengan riwayat diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, obesitas, atau riwayat keluarga dengan masalah ginjal.

Berikut adalah tanda-tanda yang perlu diwaspadai:

Baca Juga: Tanaman Obat Pilihan untuk Gagal Ginjal Stadium Awal, Ada yang Tumbuh di Pekarangan Rumah!

Perubahan pola buang air kecil yaitu frekuensi buang air kecil yang meningkat, terutama di malam hari, adalah tanda awal yang patut dicurigai. Selain itu, urine yang berbusa atau berbusa (menandakan proteinuria) atau adanya darah dalam urine juga merupakan indikasi kebocoran protein atau darah dari ginjal.

Pembengkakan (edema) yaitu bengkak pada pergelangan kaki, kaki, tangan, atau area sekitar mata bisa menjadi pertanda retensi cairan akibat kerusakan ginjal, bukan hanya karena aktivitas atau stres.

Kelelahan yang tidak biasa. Penumpukan racun dalam tubuh yang seharusnya dibersihkan ginjal dapat menyebabkan kelelahan ekstrem dan kesulitan berkonsentrasi. Pasien mungkin merasa lemah atau lelah tanpa sebab yang jelas.

Kulit gatal, kering, atau mual berkelanjutan. Gejala-gejala ini dapat mengindikasikan akumulasi produk limbah dalam tubuh akibat kegagalan ginjal menyaringnya dengan baik.

Sesak napas dan penurunan nafsu makan. Pada disfungsi ginjal yang lebih lanjut, pernapasan dan pencernaan dapat terpengaruh. Hal ini bisa menyebabkan sesak napas atau hilangnya selera makan.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#penyakit #ginjal #kronis #kesehatan