Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Rahasia Umur Panjang, Saran Ahli Bedah Jantung tentang Buah Rendah Gula dan Kaya Polifenol

Ari Arief • Selasa, 16 Desember 2025 | 09:25 WIB

Ilustrasi buah Blueberry
Ilustrasi buah Blueberry

KALTIMPOST.ID, JAKARTA-Mengadopsi pola makan yang sehat terbukti memiliki kaitan erat dengan peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa diet yang baik dapat secara signifikan menurunkan risiko terkena penyakit kronis atau katastropik, seperti penyakit jantung, diabetes, obesitas, dan stroke, yang kini sering menjadi penyebab utama kematian pada usia muda.

Dr. Steven Gundry, seorang mantan ahli bedah jantung terkemuka dan pakar kesehatan usus dari Amerika Serikat, menyarankan masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih buah.

Ia menyarankan fokus pada buah-buahan yang rendah gula dan kaya akan polifenol. Menurutnya, buah seharusnya diperlakukan sebagai "permen alami"—dinikmati secara sadar dan tidak dikonsumsi tanpa batasan.

Baca Juga: Lima Kebiasaan Sehat Mahathir Mohamad yang Membuatnya Tetap Bugar di Usia 100 Tahun

Gundry menekankan bahwa kunci dari pola makan yang mendukung usia panjang adalah memilih buah yang memiliki kandungan gula rendah, namun padat serat dan polifenol.

Namun demikian, perubahan diet harus selalu didiskusikan dengan profesional medis, terutama bagi individu yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Dr. Steven Gundry adalah pendiri GundryMD dan penulis buku laris seperti The Gut-Brain Paradox dan The Plant Paradox.

Selama lebih dari dua dekade, penelitiannya telah berpusat pada hubungan kompleks antara mikrobioma usus, penyakit kronis, dan harapan hidup.

Dalam artikel yang ditulisnya untuk CNBC Make It, ia merekomendasikan sembilan buah yang dianggapnya paling optimal untuk menjaga kesehatan jangka panjang:

1. Jeruk dan Keluarga Sitrus

Kelompok buah sitrus, seperti jeruk bali (grapefruit), jeruk keprok (mandarin), hingga kumquat, kaya akan Vitamin C dan flavonoid yang esensial untuk mendukung kesehatan mikrobioma usus.

Gundry secara khusus menyoroti pentingnya tidak membuang bagian putih pada buah (disebut pith) karena bagian tersebut adalah sumber nutrisi yang padat.

Baca Juga: POJK Baru OJK, Aturan Kenaikan Premi Asuransi Kesehatan Diperketat, Berlaku Awal 2026

2. Berbagai Jenis Beri (Berries)

Blueberry, raspberry, dan blackberry memiliki keunggulan berupa gula yang rendah namun tinggi serat dan polifenol.

Ia menyarankan konsumsi beri musiman dan blueberry liar karena cenderung memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggi.

3. Delima

Buah delima sangat kaya akan polifenol, termasuk senyawa punicalagin, yang diduga memberikan manfaat besar bagi kesehatan sel dan jantung.

Meskipun rasanya manis, kadar gula dalam delima relatif lebih rendah dibandingkan kebanyakan buah tropis lainnya.

4. Alpukat

Meskipun secara botani diklasifikasikan sebagai buah, alpukat praktis tidak mengandung gula. Buah ini sangat tinggi lemak tak jenuh tunggal, serat, dan kalium.

Dr. Gundry sendiri mengaku hampir setiap hari mengonsumsi alpukat karena efektif memberikan rasa kenyang lebih lama dan membantu menjaga kestabilan kadar gula darah.

Baca Juga: Program Cek Kesehatan Gratis OIKN Digelar Massif di Dua Kabupaten

5. Zaitun

Zaitun juga merupakan buah. Ia mengandung polifenol kuat seperti hydroxytyrosol dan lemak sehat. Oleh karena itu, ia menempatkan zaitun dan produk olahannya, seperti minyak zaitun extra virgin, sebagai komponen krusial dalam diet yang mendukung kesehatan jantung, otak, dan usus.

6. Kiwi

Buah kiwi mengandung gula yang lebih rendah dibandingkan banyak buah tropis lainnya, namun kaya akan serat, antioksidan, dan Vitamin C.

Gundry bahkan menyarankan mengonsumsi kulitnya karena diyakini memiliki konsentrasi polifenol yang lebih tinggi.

Baca Juga: Panduan Gizi Jantung Sehat, Memilih Ikan Terbaik untuk Mengendalikan Kolesterol Tinggi, Apa Saja?

7. Pisang Hijau (Mentah)

Pisang yang belum matang mengandung pati resisten dalam jumlah tinggi. Pati ini berfungsi sebagai prebiotik, yakni makanan bagi bakteri baik di usus.

Ketika pisang matang, pati tersebut berubah menjadi gula, sehingga manfaat prebiotiknya berkurang. Pisang hijau dapat dicampurkan ke dalam smoothie atau yogurt.

8. Mangga Muda

Mirip dengan pisang hijau, mangga yang masih muda memiliki kadar gula yang lebih rendah serta lebih banyak serat dan antioksidan dibandingkan mangga matang. Mangga muda yang diolah menjadi salad bisa menjadi pilihan camilan yang menyehatkan.

9. Markisa

Meskipun ukurannya kecil, markisa (passion fruit) padat nutrisi, termasuk polifenol, serat, dan Vitamin A. Bijinya juga bertindak sebagai prebiotik alami yang sangat baik untuk menjaga kesehatan usus.(*)

Editor : Almasrifah
#pisang #jeruk #zaitun #delima #beri #alpukat #kiwi #jantung