KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Di usia yang telah menginjak satu abad, Dorothy Wiggins tetap aktif menekuni hobi yang sudah ia cintai sejak usia 20-an yaitu bermain tenis. Baginya, musim panas adalah waktu untuk berada di lapangan hampir setiap hari.
Saat ditanya apa rahasianya tetap bugar dan penuh semangat, jawabannya sangat sederhana—ia memilih untuk tidak memusingkan angka usianya. "Saya tidak pernah memikirkan berapa umur saya. Saya hanya menjalani hari demi hari, dan selama ini saya merasa baik-baik saja," ungkapnya.
Menyebut dirinya sebagai seorang hedonis (pencari kesenangan), Wiggins selalu fokus melakukan hal-hal yang membuatnya bahagia. Berdasarkan ceritanya yang dimuat di laman AOL, berikut adalah tiga prinsip utama yang ia terapkan untuk mencapai usia 100 tahun.
Baca Juga: Wajib Baca! 21 Jenis Penyakit dan Layanan Medis yang Tidak Dijamin BPJS Kesehatan Mulai 2026
Disiplin dalam Waktu Istirahat
Bagi Wiggins, durasi tidur adalah hal yang tidak bisa ditawar. Ia tidak terpaku pada rutinitas jam tidur tertentu, melainkan memastikan tubuhnya mendapatkan istirahat yang cukup, yakni antara 7 hingga 9 jam setiap malam. Jika sesekali ia harus pulang larut karena bersosialisasi, ia akan menggantinya dengan tidur lebih lama di keesokan harinya.
Menjalani Hidup dengan Ringan
Wiggins percaya bahwa kemarahan hanya akan membebani hidup. Ia memilih untuk tidak terpancing emosi oleh hal-hal sepele dan selalu berusaha melihat sisi lucu dari setiap kejadian. Baginya, kunci kesehatan mental bukanlah meditasi atau ritual khusus, melainkan kemampuan untuk menikmati hidup apa adanya.
"Saya tidak melakukan sesuatu yang istimewa, saya hanya menikmati diri saya sendiri," tuturnya dengan jujur.
Baca Juga: Panduan Operasi yang Ditanggung dan Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Membangun Relasi yang Hangat
Interaksi sosial menjadi pilar penting dalam hidupnya. Wiggins mengenang pernikahan bahagianya dengan mendiang suaminya, Guy—yang juga wafat di usia 100 tahun—sebagai salah satu faktor yang memperpanjang usianya.
Kini, agar tidak merasa kesepian, ia selalu memastikan meja makannya dipenuhi tamu, terutama anak-anak muda. Menurutnya, berteman dengan generasi yang lebih muda memberinya perspektif baru, informasi terkini, dan energi positif yang membuatnya tidak merasa terbebani oleh usia tua.(*)
Editor : Thomas Priyandoko