Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Waspada! Garam Bisa Jadi Bahaya bagi Penderita 5 Penyakit Ini

Ari Arief • Selasa, 13 Januari 2026 | 05:30 WIB

Ilustrasi garam.
Ilustrasi garam.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Garam kerap mendapatkan reputasi buruk dalam pola makan sehat.

Namun, Dr. Dmitry Yaranov, seorang spesialis jantung dan transplantasi, menjelaskan bahwa natrium sebenarnya adalah mineral penting, kecuali bagi mereka yang memiliki riwayat kesehatan khusus.

Bagi pengidap penyakit tertentu, garam bukan lagi sekadar penyedap rasa, melainkan pemicu komplikasi serius. Berikut adalah lima kelompok yang harus membatasi asupan garam secara ketat.

Penderita Gagal Jantung

Bagi mereka yang memiliki kondisi jantung lemah, natrium adalah pemicu retensi cairan.

Penumpukan cairan ini tidak hanya memberatkan kerja jantung, tetapi juga sering menjadi penyebab utama pasien harus berulang kali masuk rumah sakit, yang secara jangka panjang dapat menurunkan angka harapan hidup.

Baca Juga: Wajib Baca! 21 Jenis Penyakit dan Layanan Medis yang Tidak Dijamin BPJS Kesehatan Mulai 2026

Pasien Hipertensi Resisten

Jika Anda memerlukan tiga hingga empat jenis obat hanya untuk menormalkan tekanan darah, maka konsumsi garam bukan lagi hal yang sepele.

Dr. Yaranov menyebut konsumsi garam pada kondisi ini sebagai "sabotase" terhadap upaya pengobatan yang sedang dijalani.

Pengidap Gangguan Ginjal Kronis

Garam berlebih menjadi beban berat bagi ginjal yang fungsinya sudah menurun.

Selain mempercepat kerusakan organ, kelebihan natrium membuat tubuh kesulitan mengatur volume cairan, sehingga memperburuk kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Penderita Hipertensi Portal

Baca Juga: Panduan Operasi yang Ditanggung dan Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Kondisi ini biasanya terjadi pada pasien sirosis hati, di mana terdapat tekanan tinggi pada pembuluh vena portal.

Asupan garam yang tidak terkontrol dapat memicu asites, yakni penumpukan cairan di area perut yang mengganggu kerja organ dalam.

Lansia dengan Pengerasan Pembuluh Darah

Seiring penuaan, elastisitas pembuluh darah (arteri) akan berkurang atau menjadi kaku. Hal ini membuat tubuh lansia lebih sensitif terhadap natrium, sehingga konsumsi garam yang tinggi dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke secara signifikan.(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#garam #ginjal #hipertensi #jantung