KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Munculnya benjolan atau tonjolan lemak di area perbatasan leher dan punggung atas sering kali dianggap hanya akibat posisi tidur yang keliru.
Namun, para pakar kesehatan mengungkapkan bahwa fenomena yang dikenal sebagai punuk leher ini memiliki akar masalah yang lebih dalam dari sekadar urusan bantal.
Banyak orang meyakini bahwa menyingkirkan bantal saat tidur adalah obat mujarab untuk menghilangkan punuk leher.
Namun, melansir Hindustan Times, Dr. Kunal Sood, seorang spesialis manajemen nyeri, menjelaskan bahwa langkah tersebut jarang membuahkan hasil.
Baca Juga: Suka Makan Nanas? Perhatikan Hal Ini Sebelum Mengonsumsinya Lagi!
Menurut Dr. Sood, bantal bukanlah penyebab tunggal. Kondisi ini lebih banyak dipicu oleh gaya hidup sedentary, yaitu kurangnya aktivitas fisik pada generasi modern.
Selain itu, Forward Head Posture kebiasaan memajukan kepala melampaui garis bahu dalam durasi lama.
Berikutnya, ketidakseimbangan otot yang lemah atau kaku sehingga mengganggu keselarasan tulang belakang.
Tujuan utama saat tidur bukanlah mencari bantal yang paling empuk atau justru tidak memakainya sama sekali, melainkan menjaga keselarasan netral.
Dr. Sood memaparkan bahwa bantal yang terlalu tebal memaksa leher menekuk ke depan (fleksi), sementara tidur tanpa bantal sering kali membuat leher mendongak ke belakang secara tidak alami (ekstensi).
Keduanya berisiko mencederai lengkungan alami tulang belakang. Bantal yang ideal adalah penyangga yang mampu menjaga kepala, leher, dan punggung tetap dalam satu garis lurus, baik saat Anda tidur miring maupun telentang.
Baca Juga: Hati-hati! Sehat Tanpa Rokok tapi Stroke karena Minuman Energi
Menariknya, Dr. Sood menekankan bahwa perbaikan punuk leher justru lebih efektif dilakukan melalui kebiasaan saat terjaga, bukan hanya saat terlelap.
Untuk mengatasinya, berikut langkah yang disarankan evaluasi area kerja. Pastikan layar komputer atau ponsel sejajar dengan level mata untuk menghindari posisi menunduk.
Latihan penguatan fokus pada otot punggung bagian atas guna menopang beban kepala dengan lebih baik.
Peregangan rutin melenturkan otot dada dan leher yang sering kali kaku akibat posisi duduk yang salah.
Aktivitas fisik mengurangi waktu diam (sedentari) untuk memperbaiki sirkulasi dan postur tubuh secara keseluruhan.(*)
Editor : Dwi Puspitarini