Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Menkes Budi Gunadi Ingatkan, Jangan Remehkan Tubuh Gemuk, Itu Pintu Masuk Stroke dan Diabetes!

Ari Arief • Rabu, 21 Januari 2026 | 11:27 WIB

Menteri Kesehatan, Budi Gunawan Sadikin.
Menteri Kesehatan, Budi Gunawan Sadikin.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin secara tegas memperingatkan masyarakat mengenai bahaya obesitas atau berat badan berlebih. Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Senayan, Senin (19/1), Menkes menyebut bahwa kondisi tubuh yang terlalu gemuk merupakan gerbang utama menuju penyakit kronis.

"Menjadi gemuk itu adalah masalah serius. Kondisi ini akan memicu munculnya tekanan darah tinggi, lonjakan kolesterol, hingga diabetes," ujar Menkes yang akrab disapa BGS tersebut.

BGS menyoroti tren konsumsi gula yang sangat tinggi di tengah masyarakat Indonesia. Ia menjuluki gula sebagai “mother of all diseases” atau induk dari segala penyakit. Penyakit akibat gula sering kali tidak dirasakan secara langsung oleh penderitanya hingga akhirnya menyerang organ vital.

Baca Juga: Operasi SAR Warga Paser Diterkam Buaya Ditutup, Keluarga Ikhlaskan Korban Hilang

"Masyarakat kita sering merasa sehat-sehat saja meski mengonsumsi banyak gula. Tiba-tiba, dampaknya muncul dalam bentuk gagal ginjal, gangguan penglihatan, serangan jantung, hingga stroke," jelasnya.

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI), angka pengidap diabetes di Tanah Air mencapai 13 persen. Meski angka ini tampak kecil, BGS khawatir bahwa angka tersebut sebenarnya belum mencakup kondisi riil di lapangan karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan skrining atau pemeriksaan sejak dini.

Selain diabetes dan hipertensi, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) milik Kemenkes juga menemukan sejumlah isu kesehatan lain yang cukup tinggi, meliputi kanker payudara, masalah kesehatan gigi dan mulut, gangguan kesehatan mental (dialami sekitar 10 persen populasi).

Baca Juga: Motor Raib Saat Subuh, Unit Reskrim Polsek Penajam Gerak Cepat Bekuk Dua Pelaku Curanmor

Menkes menegaskan bahwa penyakit kardiovaskular (stroke dan jantung) masih menduduki posisi teratas penyebab kematian di Indonesia. Padahal, risiko ini bisa ditekan secara signifikan hingga 30–50 persen jika masyarakat disiplin mengontrol tiga hal utama: tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol.

Pengendalian faktor risiko ini jauh lebih efektif dibandingkan perawatan di rumah sakit saat kondisi sudah parah.

Kementerian Kesehatan saat ini tengah memacu program pengendalian hipertensi melalui Puskesmas. Hingga kini, dari 6 juta penderita yang tercatat, baru sekitar 191.000 orang yang tekanan darahnya benar-benar terkendali.

BGS menargetkan tahun ini 90 persen pasien darah tinggi bisa terpantau dengan rutin mengonsumsi obat generik murah. "Indikator 'terkendali' itu adalah pasien rutin minum obat, dilakukan pemeriksaan setiap bulan, dan pada pengecekan berkali-kali tekanan darahnya stabil turun. Itulah sasaran kami," kata BGS.(*)

Editor : Hernawati
#stroke #diabetes #organ #ginjal #gula #gemuk