KALTIMPOST.ID, Akhir-akhir ini, child grooming telah ramai menjadi perbincangan banyak orang di media sosial.
Hal itu terjadi setelah salah satu selebriti Indonesia membagikan ceritanya saat menjadi korban child grooming di umurnya yang masih cukup muda.
Sering terjadi di kehidupan sehari-hari, child grooming merupakan salah satu bentuk pelecehan seksual yang terjadi pada seorang anak dan tidak jarang orang disekitar sulit mengenali kasus seperti ini.
Child grooming dapat terjadi oleh siapa saja dan dapat berasal dari hubungan terdekat seperti pertemanan, atau dari lingkungan sosial anak.
Baca Juga: Mengapa Batuk Tetap Bandel setelah Sembuh dari Flu? Ini Penjelasan Medisnya, Kapan ke Dokter?
Tidak hanya secara langsung, child grooming juga dapat terjadi secara online melalui media sosial maupun aplikasi pesan biasanya.
Pelaku child grooming akan melakukan manipulasi terhadap korban dan akan sulit membedakan perhatian yang diberikan pelaku, apakah tulus atau tidak.
Hal itu membuat korban child grooming tidak sadar dirinya telah disakiti bahkan akan patuh dengan pelaku.
Ciri-ciri Anak Mengalami Child Grooming
Korban child grooming pada anak dapat ditunjukkan dengan tanda yang berbeda-beda. Namun, dikutip dari alodokter.com ada beberapa ciri umum yang sering terjadi saat anak mengalami child grooming, yaitu:
- Anak secara tiba-tiba memiliki hubungan dekat dengan orang dewasa yang umurnya berbeda cukup jauh
- Secara berlebihan membela, membicarakan, atau memuji sosok dewasa tertentu
- Sering meluangkan waktu dengan pelaku hingga meninggalkan tanggung jawab atau rutinitasnya
- Menjauh dari teman sebaya dan cenderung memilih bersama sosok dewasa tersebut
- Kerap mendapatkan hadiah dari seseorang secara tidak wajar
- Mulai tertutup dengan orang sekitar
- Muncul perubahan perilaku, seperti mudah marah dan lebih sensitif.
Dampak Child Grooming
Baca Juga: Menkes Budi Gunadi Ingatkan, Jangan Remehkan Tubuh Gemuk, Itu Pintu Masuk Stroke dan Diabetes!
Terjadi dalam jangka waktu yang tidak sebentar, child grooming memiliki dampak yang cukup berat terutama pada kesehatan mental korban dan tumbuh kembangnya. Menurut alodokter.com, dampak yang dapat terjadi di antaranya:
- Gangguan tidur, mengalami insomnia atau mimpi buruk
- Penurunan prestasi akademik karena sulit konsentrasi
- Timbul gejala kecemasan, depresi, hingga stres pascatrauma (PTSD)
- Gangguan pola makan, kehilangan nafsu makan atau makan berlebihan
- Perubahan perilaku, cenderung mudah takut atau agresif
- Risiko infeksi menular seksual jika terjadi pelecehan fisik
- Dipaksa mengonsumsi obat terlarang atau narkoba (dalam kasus tertentu)
Memahami ciri-ciri dan dampak child grooming, dapat menjadi langkah awal pencegahan bagi para orang tua, pendidik, teman, dan lingkungan sekitar.
Dengan kesadaran bersama, child grooming dapat dicegah dan tidak terus terjadi terutama pada orang-orang disekitar. (*)
Editor : Almasrifah