KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Industri musik Tanah Air kembali berduka. Lucky Widja, vokalis dari band legendaris Element, mengembuskan napas terakhirnya pada usia 49 tahun di Rumah Sakit Halim, Jakarta, Minggu (25/1/2026). Kepergian Lucky meninggalkan kesedihan mendalam bagi rekan-rekan setimnya di Element.
Ferdy Tahier, rekan duet Lucky di posisi vokal, menyampaikan pesan perpisahan yang mengharukan melalui media sosialnya. "Sekarang kamu sudah tenang, tidak lagi merasakan sakit, tidak perlu lagi bergantung pada cuci darah maupun oksigen. Bahagialah di sana, kembali muda, dan beristirahatlah dengan damai, Ki," tulis Ferdy penuh haru.
Kesehatan Lucky mulai menjadi perhatian publik sejak awal 2023. Ia sempat menceritakan bahwa dirinya didiagnosa mengidap Tuberkulosis (TB) Ginjal sejak 2022. Kondisi ini membuat fungsi ginjalnya merosot tajam hingga menyentuh stadium lima, dengan kapasitas sisa hanya 18 persen.
Baca Juga: Bahaya Tidur Tanpa Menghapus Maskara bagi Kesehatan Mata
Lucky pernah mengenang momen berat saat bulan Ramadan, di mana tubuhnya terasa begitu lemah hingga ia harus merangkak demi mencapai tempat tidur. Infeksi bakteri tersebut berdampak drastis pada fisiknya; berat badannya merosot dari 84 kilogram hingga tersisa 64 kilogram.
"Penyakit ini menyerang seluruh saluran kemih, mulai dari ginjal hingga ureter. Semua bagian bawah terkena dampaknya," ungkap Lucky dalam sebuah perbincangan di kanal YouTube Ferdy Tahier beberapa waktu lalu.
Mengenal Lebih Dekat Apa Itu TB Ginjal
Meskipun bakteri Mycobacterium tuberculosis identik dengan penyakit paru-paru, bakteri ini ternyata dapat bermigrasi ke organ lain, termasuk ginjal. Fenomena ini dikenal sebagai TB Ginjal.
Baca Juga: Wajib Baca! 21 Jenis Penyakit dan Layanan Medis yang Tidak Dijamin BPJS Kesehatan Mulai 2026
Melansir data dari Healthline, kasus TB ginjal tergolong jarang terjadi. Bakteri biasanya berpindah dari paru-paru menuju ginjal melalui aliran darah. Dalam banyak kasus, bakteri ini bisa menetap dalam kondisi "tidur" (laten) di ginjal selama bertahun-tahun, dan baru akan aktif kembali saat sistem kekebalan tubuh seseorang melemah.
Penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Namun, seiring perkembangannya, penderita mungkin akan merasakan munculnya darah saat buang air kecil (hematuria), rasa nyeri di bagian pinggang atau punggung bawah, peningkatan frekuensi buang air kecil, rasa sakit atau perih saat berkemih.
Munculnya gejala itu tidak selalu merujuk pada TB ginjal, namun sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi medis guna mendapatkan diagnosa yang akurat melalui uji laboratorium.(*)
Editor : Thomas Priyandoko