KALTIMPOST.ID, Ramai dibahas di media sosial, whip pink merupakan produk dapur berbentuk tabung yang sering digunakan untuk membuat whipped cream.
Whip pink disalahgunakan oleh beberapa orang karena isinya yang dianggap dapat membuat seseorang merasakan sensasi melayang atau euforia sementara.
Produk pembuat whipped cream ini telah lebih dulu viral oleh para anak-anak muda di luar negeri. Mereka dengan santai membagikan pengalamannya saat menghirup gas yang ada dalam produk seperti whip pink ini untuk bersenang-senang.
Baca Juga: Jadi Perdebatan, Benarkah GERD Mematikan? Simak Penjelasan Dokter Spesialis dan Pencegahannya
Di Indonesia, whip pink baru menjadi perbincangan hangat di media sosial pada akhir Januari 2026.
Tabung whip pink ini ramai dibicarakan setelah sempat dikaitkan dengan salah satu kematian seorang selebgram. Banyak orang yang kemudian mulai mencari tahu kegunaan produk ini.
Kandungan Whip Pink
Whip pink atau produk pembuat whipped cream ini memiliki kandungan didalamnya yaitu senyawa nitrous oxide (N2O) atau disebut dinitrogen oksida.
Dikutip dari hellosehat.com, dinitrogen oksida biasa digunakan dalam dunia medis sebagai anestesi agar pasien lebih rileks.
Baca Juga: Menjaga Efisiensi Pencernaan Setelah Makan, Aktivitas Ini Sebaiknya Ditunda
Biasa dikenal sebagai gas tertawa (laughing gas), dinitrogen oksida memiliki salah satu efek samping yaitu menghasilkan rasa bahagia atau tawa.
Dalam penggunaan medis, dinitrogen oksida dianggap sebagai anestesi yang tergolong lemah. Senyawa dinitrogen oksida hanya memberikan efek penenang dalam waktu singkat.
Efek Jangka Panjang Penggunaan N2O
Memiliki efek samping seperti rasa bahagia dan perasaan senang sementara, ternyata kandungan yang dimiliki whip pink yaitu N2O atau dinitrogen oksida memiliki efek lain apabila dikonsumsi dalam jangka panjang dan diluar pengawasan dokter.
Dokter Dion Haryadi menjelaskan bahwa penggunaan N2O memiliki banyak resiko apabila rutin digunakan. Berikut beberapa efek jangka panjang penggunaan N2O:
- Gangguan saraf seperti kesemutan
- Gangguan keseimbangan
- Kerusakan persarafan
- Gangguan suasana hati
- Pingsan
- Hipoksia
Baca Juga: Edukasi dari Kisah Lucky Widja, Mengenal Gejala dan Bahaya TB Ginjal yang Jarang Diketahui
Hipoksia merupakan kondisi dimana sel-sel di dalam tubuh kekurangan oksigen. Hipoksia dapat mengganggu berbagai fungsi tubuh terutama sistem saraf. Apabila berlangsung dalam waktu lama, hipoksia dapat menyebabkan kehilangan kesadaran.
N2O atau dinitrogen oksida yang digunakan dalam whip pink dapat menjadi salah satu produk yang perlu diwaspadai oleh lingkungan sekitar untuk penggunaanya saat ini, terutama pada anak-anak muda yang sedang mencoba-coba hanya untuk kesenangan sesaat atau takut tertinggal tren. (*)
Editor : Almasrifah