Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Indonesia Darurat TBC, Kenali Gejalanya sebelum Terlambat, Penularan Kini Lebih Masif!

Ari Arief • Minggu, 1 Februari 2026 | 15:05 WIB

Ilustrasi virus TBC.
Ilustrasi virus TBC.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Indonesia saat ini menempati posisi yang mengkhawatirkan dalam peta kesehatan global.

Secara rasio terhadap jumlah penduduk, Indonesia tercatat sebagai negara dengan tingkat kasus tuberkulosis (TBC) tertinggi di dunia, melampaui India.

Wakil Menteri Kesehatan II, Benjamin Paulus Octavianus, kepada wartawan, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki angka 386 kasus per 100.000 penduduk.

Sebagai perbandingan, India yang secara jumlah total berada di urutan pertama, rasionya justru jauh lebih rendah, yakni 190 kasus per 100.000 penduduk.

"Jika jumlah populasi kita setara dengan India, maka Indonesia sudah menjadi juara satu dunia dalam jumlah kasus," tutur Benjamin, dikutip Sabtu (31/1).

Hal ini mencerminkan bahwa penularan di tengah masyarakat masih sangat masif dan belum terkendali dengan baik.

Baca Juga: Sinergi PPU dan BPJS, Tohar Inginkan Akses Kesehatan yang Lebih Dekat dan Mudah bagi Warga

Diungkapkannya, salah satu kendala utama dalam memutus rantai penularan adalah sifat penyakit ini yang berkembang secara perlahan.

Benjamin, yang juga seorang spesialis paru, menjelaskan bahwa penderita sering kali tidak merasakan gejala berat di awal, sehingga tetap beraktivitas dan tanpa sadar menularkan bakteri kepada orang lain.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyoroti faktor stigma yang membuat angka kematian mencapai 136 ribu jiwa per tahun.

Banyak warga yang merasa malu untuk memeriksakan diri, sehingga proses deteksi dini atau screening menjadi tidak optimal.

Baca Juga: Bahaya Tidur Tanpa Menghapus Maskara bagi Kesehatan Mata

Ditegaskannya, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemberantasan TBC menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

Penanganan kini tidak hanya bertumpu pada aspek medis, tetapi melibatkan 31 kementerian dan lembaga, termasuk TNI dan Polri.

Faktor lingkungan menjadi perhatian serius karena bakteri TBC mampu bertahan hingga enam bulan di ruangan yang lembap.

Renovasi rumah agar memiliki ventilasi dan sinar matahari yang cukup menjadi kunci, karena kuman TBC akan mati jika terpapar sinar matahari selama 15-30 menit.

Untuk mengatasi hal ini, Kemenkes akan mengintensifkan screening nasional yang dapat diakses secara cuma-cuma melalui puskesmas.(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#Masif #indonesia #penularan #tbc