KALTIMPOST,ID,JAKARTA-Menjalani ibadah puasa berarti tubuh harus bertahan tanpa asupan air selama 12 hingga 14 jam. Jika kebutuhan cairan tidak terpenuhi dengan strategi yang tepat, risiko dehidrasi dapat muncul dengan gejala seperti tubuh lemas, sakit kepala, hingga menurunnya daya fokus. Oleh karena itu, pengaturan pola minum sangat krusial agar kondisi fisik tetap prima sepanjang hari.
Tips Mengatur Asupan Cairan di Bulan Ramadan
Terapkan Metode 2-4-2:
Skema ini sangat efektif untuk memenuhi kebutuhan air tanpa membebani lambung. Bagilah konsumsi air menjadi 2 gelas saat berbuka, 4 gelas sepanjang malam (setelah makan hingga menjelang tidur), dan 2 gelas saat santap sahur.
Minum Sebelum Merasa Haus
Baca Juga: Cek Bansos 2026 Cukup dari Rumah! Ini Cara Mudahnya dan Lihat Peringkat Desil Anda
Jangan menjadikan rasa haus sebagai patokan utama untuk minum, karena itu adalah sinyal bahwa tubuh sudah mulai kekurangan cairan. Cobalah minum secara berkala dalam porsi kecil namun sering.
Batasi Kafein dan Gula Berlebih
Minuman yang terlalu manis atau mengandung kafein tinggi bersifat diuretik, yang justru mempercepat keluarnya cairan dari tubuh.
Pilih Camilan Buah Berair
Baca Juga: Heboh Bayar Parkir Digabung STNK Mulai 2027, Benarkah? Cek Fakta dan Simak Penjelasannya!
Optimalkan asupan cairan alami melalui konsumsi buah-buahan segar seperti semangka, jeruk, melon, atau timun yang kaya akan kandungan air.
Pantau Kondisi Lewat Warna Urine
Gunakan warna urine sebagai indikator kecukupan hidrasi. Warna yang bening atau kuning terang menunjukkan tubuh terhidrasi dengan baik, sementara warna yang gelap adalah tanda Anda harus segera menambah porsi minum.
Dengan pengelolaan hidrasi yang disiplin, ibadah puasa dapat berjalan lancar tanpa gangguan kesehatan. Mari mulai disiplin mengatur pola minum agar tubuh tetap bugar hingga hari kemenangan tiba!(*)
Editor : Thomas Priyandoko