KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Sebuah ulasan kesehatan yang dirilis pada 20 Februari 2026 menyoroti peran krusial zat besi bagi pertumbuhan anak serta strategi tepat untuk memastikan nutrisi tersebut terserap sempurna oleh tubuh.
Merujuk pada data dari Mayo Clinic, zat besi memiliki tugas utama mendistribusikan oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh, sekaligus membantu otot dalam menyimpan serta memanfaatkan energi.
Ahli nutrisi klinis, Nikkie Malhotra, memperingatkan bahwa defisit zat besi dapat berdampak sistemik pada anak, di antaranya, menghambat perkembangan otak dan daya ingat anak, menurunkan sistem kekebalan tubuh, mengganggu fokus dan pertumbuhan fisik secara keseluruhan.
Menariknya, kecukupan asupan makanan belum tentu menjamin tubuh anak menyerap nutrisi dengan baik. Nikkie membagikan beberapa tips praktis.
Baca Juga: Tetap Segar Hingga Maghrib, Strategi Jitu Atur Pola Minum Saat Ramadan
Padukan dengan vitamin C. Zat besi membutuhkan bantuan vitamin C agar bisa diserap optimal. Menambahkan perasan lemon atau amla (melaka) ke dalam menu kacang-kacangan sangat dianjurkan.
Berikutnya, beri jeda konsumsi susu. Hindari memberikan susu satu jam sebelum atau sesudah makan besar.
Kandungan kalsium dalam susu diketahui dapat menghambat proses penyerapan zat besi jika dikonsumsi secara bersamaan.
Waspadai tanin dengan batasi pemberian teh atau cokelat di waktu makan, karena kandungan tanin di dalamnya dapat mengikat zat besi dan menghalangi penyerapannya.
Daftar Makanan Rekomendasi dan Gejala Defisiensi
Untuk memenuhi kebutuhan harian, orang tua disarankan memberikan variasi makanan kaya zat besi seperti bayam, bit, kismis hitam, gula merah, biji wijen, serta kacang-kacangan (rajma dan chana).
Baca Juga: Air Putih vs Kafein, Mana yang Lebih Baik untuk Berbuka Puasa?
Waspadai tanda-tanda kekurangan zat besi pada buah hati, seperti wajah tampak pucat dan muncul lingkaran hitam di bawah mata, anak mudah lelah, kurang bertenaga, atau sering mengalami infeksi, dan perubahan suasana hati (temperamental) dan kerontokan rambut.
Jika anak menunjukkan gejala kelelahan kronis, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan medis berupa cek darah lengkap (Complete Blood Count), kadar feritin, serta profil zat besi.
Selain faktor makanan, kondisi kesehatan usus dan infeksi cacing juga patut diwaspadai karena dapat mengganggu sistem pencernaan dalam menyerap nutrisi penting.(*)
Editor : Dwi Puspitarini