Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Menjaga Gula Darah Tetap Stabil, Panduan Buka dan Sahur Sehat bagi Diabetesi

Ari Arief • Minggu, 8 Maret 2026 | 10:48 WIB

Ilustrasi menu buka puasa.
Ilustrasi menu buka puasa.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Menjalankan ibadah puasa bagi penderita diabetes (diabetesi) memerlukan strategi asupan nutrisi yang tepat. Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin Metabolik Diabetes, Prof. Hari Hendarto, menekankan pentingnya pengaturan menu saat berbuka untuk menghindari lonjakan maupun penurunan kadar gula darah yang drastis.

Prof. Hari menyarankan agar diabetesi mengawali buka puasa dengan air putih dan maksimal tiga butir kurma. Langkah ini bertujuan memberikan asupan gula cepat yang dibutuhkan tubuh setelah seharian berpuasa.

"Hindari langsung mengonsumsi nasi saat beduk bertalu. Nasi menaikkan gula darah secara lambat namun bertahan lama, padahal saat berbuka yang dibutuhkan adalah asupan gula yang bereaksi cepat," jelas Prof. Hari dalam sebuah pertemuan media di Tangerang Selatan, baru-baru ini.

Baca Juga: Strategi Anti-Lemas Saat Ramadan, Ini Rahasia Pola Makan Sehat ala Pakar Gizi!

Pola Makan Bertahap

Dokter yang berpraktik di Eka Hospital BSD ini juga mewanti-wanti agar diabetesi membatasi konsumsi gorengan dan kolak manis secara berlebihan. Pola makan sebaiknya dilakukan secara bertahap untuk memberi ruang bagi pankreas agar tidak "kaget".

Idealnya, setelah takjil, diabetesi menjalankan salat Maghrib terlebih dahulu sebelum masuk ke menu makan berat. Makan besar justru sangat disarankan dilakukan sebelum salat Tarawih, bukan sesudahnya. Hal ini untuk memastikan tubuh memiliki kecukupan kalori selama beraktivitas ibadah malam dan mencegah risiko kolaps akibat gula darah yang drop.

Strategi Sahur dan Hidrasi

Untuk menu sahur, kunci utamanya adalah karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau gandum, didampingi protein berkualitas dari ayam atau telur agar rasa kenyang bertahan lebih lama. Sayuran juga menjadi komponen wajib untuk membantu pelepasan gula secara perlahan ke dalam darah.

Baca Juga: Menu Sahur Sehat Anti Ngantuk, Ini Kunci agar Tetap Segar saat Puasa

Urusan hidrasi juga tak kalah krusial guna melindungi fungsi ginjal dari dehidrasi. Prof. Hari merekomendasikan pola minum 2-4-2: dua gelas saat berbuka, empat gelas sepanjang malam, dan dua gelas saat sahur.

Pantau Gula Darah Secara Mandiri

Selama berpuasa, pengecekan kadar gula darah mandiri secara rutin adalah kewajiban. Waktu krusial untuk pengecekan adalah saat jam makan siang dan menjelang berbuka (sekitar pukul 16.00 Wita), di mana kadar gula biasanya mencapai titik terendah.

Ada kondisi darurat yang mengharuskan diabetesi segera membatalkan puasa, yaitu, gula darah di bawah 70 mg/dL segera berbuka dengan asupan manis (kurma/cokelat). Gula darah di atas 300 mg/dL wajib berbuka dan segera minum obat untuk kontrol glukosa.

Khusus bagi lansia, Prof. Hari memberikan catatan tambahan. "Lansia seringkali mengalami penurunan sensitivitas sehingga tidak merasakan gejala saat gula darah drop. Jika lansia sudah pikun atau tanpa pendampingan, sebaiknya tidak dipaksakan berpuasa," katanya.(*)

Editor : Hernawati
#puasa #air putih #diabetesi #gula darah #lansia