KALTIMPOST.ID, Isu mengenai dampak kesehatan dari penggunaan TWS earbuds kini semakin ramai dibahas di berbagai platform. Hal ini membuat banyak Bunda mulai mempertanyakan apakah perangkat kecil tersebut aman digunakan setiap hari.
Beragam informasi tentang TWS earbuds pun beredar luas di masyarakat. Namun sayangnya, tidak semua informasi tersebut disertai penjelasan yang lengkap dan mudah dipahami.
Sebagian orang meyakini bahwa penggunaan perangkat nirkabel seperti TWS earbuds memiliki risiko tertentu. Di sisi lain, ada juga yang berpendapat bahwa kekhawatiran tersebut perlu ditinjau berdasarkan hasil penelitian dan fakta ilmiah yang ada.
Lantas, bagaimana sebenarnya kebenaran dari isu yang beredar tentang TWS earbuds? Penting bagi Bunda untuk bisa membedakan mana yang hanya mitos dan mana yang didukung oleh data ilmiah. Simak penjelasannya berikut ini.
Asal mula isu TWS earbuds dapat menyebabkan kanker
Mengacu pada laman Health, kekhawatiran tentang risiko kanker dari TWS earbuds muncul karena perangkat ini memancarkan radiasi frekuensi radio melalui teknologi Bluetooth. Istilah “radiasi” sendiri sering kali dikaitkan dengan penyakit kanker sehingga menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.
Seorang profesor bioteknologi dari University of Pennsylvania, Ken Foster, PhD., menjelaskan bahwa radiasi dari Bluetooth termasuk jenis non-ionisasi. Artinya, radiasi ini jauh lebih lemah dibandingkan radiasi berbahaya seperti sinar X, dan tidak memiliki energi yang cukup untuk merusak DNA secara langsung.
Dari laman Verywell Health, disebutkan bahwa kekhawatiran publik semakin meningkat sejak lebih dari 200 ilmuwan pada tahun 2015 menyerukan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap paparan gelombang elektromagnetik. Namun, seruan tersebut mencakup seluruh perangkat nirkabel, bukan hanya TWS earbuds.
Beberapa lembaga seperti National Cancer Institute juga menyatakan bahwa hingga kini belum ada bukti kuat yang menunjukkan perangkat nirkabel dapat menyebabkan kanker. Dengan demikian, isu ini lebih banyak dipicu oleh kekhawatiran masyarakat daripada bukti ilmiah yang jelas.
Apakah radiasi Bluetooth berbahaya?
Radiasi Bluetooth pada TWS earbuds termasuk dalam kategori non-ionisasi dengan tingkat energi yang sangat rendah. Jenis radiasi yang diketahui dapat memicu kanker adalah radiasi ionisasi, seperti sinar ultraviolet dan sinar gamma.
Berdasarkan penelitian, radiasi frekuensi radio dari Bluetooth bahkan bisa 10 hingga 400 kali lebih rendah dibandingkan ponsel. Hal ini membuat potensi dampaknya terhadap tubuh menjadi jauh lebih kecil.
Ken Foster juga menegaskan bahwa paparan radiasi Bluetooth masih berada dalam batas aman. Meski paparan terjadi secara terus-menerus, tingkatnya tetap sangat rendah.
Sejumlah lembaga kesehatan seperti CDC, FDA, dan FCC pun belum menemukan hubungan pasti antara radiasi frekuensi radio dengan kanker. Kesimpulan sementara menunjukkan bahwa risiko TWS earbuds dalam memicu kanker sangat kecil.
Hasil penelitian ilmiah tentang TWS earbuds
Hingga saat ini, penelitian belum menemukan kaitan langsung antara penggunaan perangkat nirkabel dengan kanker. Bahkan, data populasi tidak menunjukkan peningkatan kasus tumor otak sejak teknologi wireless semakin banyak digunakan.
Berbagai studi jangka panjang juga menunjukkan bahwa angka kanker otak cenderung stabil meskipun penggunaan perangkat nirkabel meningkat pesat. Hal ini menjadi indikasi bahwa risiko dari TWS earbuds kemungkinan sangat rendah.
Menurut penjelasan dari Jefferson Health, radiasi non-ionisasi tidak memiliki energi yang cukup untuk merusak DNA, sehingga secara biologis risikonya jauh lebih kecil dibandingkan radiasi medis atau nuklir.
Dokter spesialis Neuro-Onkologi di Sidney Kimmel Cancer Center, Jon Glass, MD, juga menyatakan bahwa belum ada bukti kuat yang menunjukkan Bluetooth meningkatkan risiko tumor otak. Ia menambahkan, jika risikonya signifikan, dunia medis tentu sudah mengeluarkan peringatan resmi.
Mitos atau fakta?
Berdasarkan bukti ilmiah yang ada saat ini, anggapan bahwa TWS earbuds dapat menyebabkan kanker lebih condong sebagai mitos. Radiasi yang dihasilkan perangkat ini terlalu rendah untuk menimbulkan kerusakan sel.
Para ahli justru menekankan bahwa risiko nyata dari penggunaan earphone lebih berkaitan dengan kesehatan pendengaran. Penggunaan dengan volume terlalu tinggi dan durasi yang lama terbukti lebih berbahaya.
Kesimpulannya, TWS earbuds masih tergolong aman digunakan selama dipakai secara bijak. Bunda tetap dapat menggunakannya sambil terus mengikuti perkembangan penelitian terbaru.