Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Awas Otak Menciut! Ahli Ingatkan Bahaya Kebiasaan Makan Asal Kenyang

Ari Arief • Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:51 WIB
Ilustrasi otak yang perlu dijaga dengan asupan gizi agar tidak cepat pikun.(getty images)
Ilustrasi otak yang perlu dijaga dengan asupan gizi agar tidak cepat pikun.(getty images)

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Pola makan masyarakat yang cenderung hanya mengejar rasa kenyang tanpa memerhatikan keseimbangan nutrisi dinilai dapat memicu penurunan fungsi otak. Pasokan darah ke otak yang mencapai 25 persen dari total aliran darah dalam tubuh, sangat bergantung pada kualitas asupan nutrisi untuk menjaga kesehatan pembuluh darah dan mencegah neurodegenerasi.

Spesialis bedah saraf, dr. Dimas Rahman Setiawan, mengungkapkan bahwa salah satu kekeliruan yang masih sering dijumpai di Indonesia adalah kebiasaan mengonsumsi karbohidrat berlebih secara tidak seimbang.

"Nutrisi yang kita perhatikan saat ini di Indonesia kadang-kadang tidak seimbang, yang penting kenyang. Jadi makan nasinya banyak banget, karbohidratnya banyak, proteinnya mungkin belum cukup," kata dr. Dimas, dikutip Sabtu, 23 Mei 2026.

Baca Juga: Kunjungi Tana Paser, Kemenag PPU Bidik Sukses Zona Integritas Sesepuh

Menurutnya, konsumsi makanan tinggi lemak jenuh serta karbohidrat olahan—terutama Ultra Processed Food (UPF)—berisiko merusak pembuluh darah di otak. Hal ini berdampak langsung pada meningkatnya risiko gangguan fungsi kognitif.

Selain faktor nutrisi, dr. Dimas juga menyoroti pentingnya menjaga stimulasi otak melalui aktivitas fisik dan berpikir, khususnya pada lansia. Anggapan bahwa orang tua harus sepenuhnya beristirahat tanpa aktivitas justru dapat mempercepat proses pengecilan otak (atrofi).

"Tidak beraktivitas inilah yang akhirnya menyebabkan manusia tidak biasa berpikir, sehingga lama-kelamaan otot (jaringan) otaknya mulai menciut," tambahnya.

Baca Juga: Mengontrol Nafsu Makan di Hari Raya, Ini 5 Potensi Gangguan Kesehatan yang Mengintai saat Iduladha

Tujuh Asupan Penunjang Kesehatan Otak

Sementara itu, riset dan panduan klinis global turut merilis sejumlah bahan pangan harian yang terbukti efektif menjaga kesehatan otak dan pembuluh darah. Berdasarkan rekomendasi ahli saraf Dr. Aaron Lord via New York Post, terdapat tujuh jenis makanan dan minuman yang disarankan:

Kacang Kenari: Memiliki rasio omega-3 atau lemak baik yang tinggi. Studi tahun 2020 dalam jurnal Nutrients menyarankan konsumsi harian sebanyak 28–42 gram (sekitar 12–18 butir).

Ikan Segar: Jenis ikan berlemak seperti salmon dan kerapu kaya akan asam lemak omega-3 yang bersifat anti-inflamasi. Data Very Well Health menyebut pemenuhan EPA dan DHA harian dapat tercapai dengan mengonsumsi 3 ons ikan berlemak minimal dua kali seminggu.

Baca Juga: Tarif Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik mulai Mei 2026? Menkes Buka Suara, Peserta Mandiri Siap-Siap

Sayuran Berdaun Hijau: Mengandung serat, folat, lutein, dan beta-karoten. Publikasi ilmiah Neurology (2023) menunjukkan, konsumsi sayuran hijau minimal tujuh porsi seminggu secara signifikan menurunkan penumpukan beta-amiloid, yang merupakan indikator penyakit Alzheimer.

Tomat: Sumber likopen dan antioksidan kuat yang berfungsi melawan peradangan serta stres oksidatif pada sel saraf.

Miyak Zaitun: Kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL) sekaligus meningkatkan kolesterol baik (HDL). Ahli diet Kristin Kirkpatrick merekomendasikan konsumsi minimal 3 sendok makan per hari.

Kunyit dan Jahe: Kunyit mengandung senyawa aktif kurkumin. Studi dari Cleveland Clinic (2018) membuktikan konsumsi 90 mg kurkumin dua kali sehari selama 18 bulan efektif meningkatkan kinerja memori pada orang dewasa. Sementara jahe membantu menjaga kejernihan berpikir.

Baca Juga: Hercules Dilaporkan ke Polda Metro Jaya: Diduga Terlibat Penyekapan Anak Penulis

Kopi dan Teh: Kedua minuman ini kaya akan flavonoid yang mendukung kontrol glikemik dan mengandung kafein untuk konsentrasi. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menyatakan batas aman konsumsi kafein harian adalah 400 mg atau setara 2 hingga 3 cangkir kopi.

Melalui kombinasi diet kaya nutrisi mikro dan makro yang seimbang serta gaya hidup aktif, risiko penurunan fungsi otak akibat pertambahan usia dapat ditekan secara optimal.(*)

Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#pikun #otak #nutrisi #Asupan