Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Temuan Baru Dunia Medis: Pil Daraxonrasib Lipat Gandakan Harapan Hidup Pasien Kanker Pankreas

Ari Arief • Senin, 1 Juni 2026 | 08:38 WIB
SEL KANKER PANKREAS: Tampilan mikroskopis sel kanker pankreas yang tumbuh membentuk bola dengan inti sel berwarna biru dan terbungkus membran merah. (FOTO: USC VIA NIH)
SEL KANKER PANKREAS: Tampilan mikroskopis sel kanker pankreas yang tumbuh membentuk bola dengan inti sel berwarna biru dan terbungkus membran merah. (FOTO: USC VIA NIH)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA–Sebuah gebrakan besar terjadi dalam dunia medis global setelah para peneliti melaporkan temuan obat pil eksperimental baru bernama daraxonrasib yang terbukti efektif memperpanjang harapan hidup pasien kanker pankreas stadium lanjut. Kanker pankreas selama ini dikenal sebagai salah satu jenis kanker paling mematikan di dunia yang sangat sulit diobati.

Hal terbaru dan paling menonjol dari hasil studi ini adalah kemampuan pil harian daraxonrasib yang mampu melipatgandakan masa bertahan hidup (survival time) pasien hingga hampir dua kali lipat dibandingkan dengan metode kemoterapi konvensional, serta memicu efek samping parah yang jauh lebih sedikit.

"Meski belum bisa menyembuhkan kanker secara total, ini merupakan sebuah lompatan besar ke depan," kata Dr. Zev Wainberg dari University of California, Los Angeles (UCLA), salah satu pemimpin studi tersebut dikutip Senin (1/6).

Baca Juga: Kabar Baik Dunia Kesehatan, Ditemukan Obat Pertama yang Bisa Sembuhkan Total Hepatitis B, Pasien Tak Perlu Minum Pil Seumur Hidup

Temuan menjanjikan ini telah resmi diterbitkan dalam New England Journal of Medicine dan dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Society for Clinical Oncology (ASCO) di Chicago.

Memutus Rantai Mutasi Protein KRAS

Selama berdekade-dekade, dunia kedokteran kesulitan menargetkan mutasi genetik pada keluarga gen RAS (khususnya mutasi KRAS) yang menjadi bahan bakar pertumbuhan tumor pada lebih dari 90 persen kasus kanker pankreas. Struktur protein yang licin membuat gen ini sempat dianggap mustahil untuk ditembus oleh obat (undruggable).

Namun, daraxonrasib bekerja dengan cara revolusioner menggunakan mekanisme mirip "lem molekuler" untuk mengikat dan melumpuhkan berbagai subtipe mutasi KRAS tersebut.

Baca Juga: Sering Cemas Tanpa Sadar? Ini 5 Makanan yang Sebaiknya Dibatasi demi Kesehatan Mental

Uji klinis dilakukan terhadap 500 pasien dengan kanker pankreas yang telah bermetastasis (menyebar) dan sudah tidak merespons pengobatan kemoterapi sebelumnya. Hasilnya sangat signifikan.

Pasien yang mengonsumsi daraxonrasib mencatatkan median masa bertahan hidup hingga 13,2 bulan. Sementara pasien yang tetap menjalani kemoterapi hanya bertahan dengan median 6,7 bulan.

Selain memperpanjang usia, pasien yang mengonsumsi pil ini melaporkan penurunan rasa nyeri yang signifikan dan kualitas hidup yang jauh lebih baik seiring dengan mengecilnya ukuran tumor mereka. Efek samping yang paling sering muncul hanya terbatas pada ruam kulit dan sariawan.

Baca Juga: Juara Bertahan Argentina Tiba di AS, Naik Pesawat Khusus Bernomor Penerbangan 1978

Menjadi Standar Baru Pengobatan dan Rebutan Pasien

Keberhasilan uji klinis ini disambut tangis haru oleh para ahli onkologi dunia yang menilai obat ini layak menjadi standar perawatan baru (new standard of care). Berkat hasil yang luar biasa ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) berencana mempercepat proses peninjauan regulasi obat tersebut.

Sembari menunggu persetujuan edar resmi, FDA kini telah membuka program jalur khusus bernama "akses yang diperluas" (expanded access) bagi pasien yang memenuhi kriteria tertentu. Obat ini kian memicu gelombang permintaan tinggi dari pasien di berbagai rumah sakit setelah mantan Senator AS, Ben Sasse, bersaksi dalam program televisi “60 Minutes” mengenai betapa efektifnya pil ini dalam meredakan nyeri kanker yang dideritanya.

Baca Juga: Aturan Baru FIFA di Piala Dunia, Larang Pemain Tutup Mulut hingga Batasi Waktu Lemparan ke Dalam

Kanker pankreas sendiri menjadi momok mengerikan karena sangat sulit dideteksi sejak dini sebelum telanjur menyebar ke organ lain. Sebagai gambaran, American Cancer Society memperkirakan ada sekitar 67.000 kasus baru di AS tahun ini dengan tingkat kematian mencapai 52.000 jiwa, di mana peluang bertahan hidup lima tahun secara keseluruhan hanya berada di angka 13 persen.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#pankreas #pil #protein #kanker