KALTIMPOST.ID, Kesehatan - Dapur merupakan tempat menyiapkan makanan untuk keluarga, tetapi sejumlah peralatan yang digunakan setiap hari ternyata dapat menjadi sumber paparan mikroplastik.
Partikel plastik berukuran sangat kecil ini dapat terlepas dari berbagai perlengkapan dapur, kemudian berpindah ke makanan atau minuman sebelum akhirnya masuk ke dalam tubuh. Karena itu, mengenali sumber mikroplastik dan mulai memilih peralatan yang lebih aman menjadi salah satu langkah untuk mengurangi risiko paparan.
Dilansir dari laman Brain Health Kitchen melalui CNN, Sabtu (11/7/2026), untuk zaman sekarang plastik telah banyak digunakan sebagai peralatan dapur atau untuk keperluan memasak.
Barangnya yang mudah didapat, ditambah lagi punya desain yang bagus membuat alat masak berbahan plastik kerap jadi pilihan.
Akan tetapi, seiring pemakaian benda-benda tersebut dapat melepaskan mikroplastik beserta ribuan zat kimia yang berpotensi berpindah ke makanan, minuman, udara, air, hingga akhirnya masuk ke dalam tubuh.
Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran kurang dari lima milimeter. Bahkan, sebagian berukuran jauh lebih kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Partikel tersebut dapat terbentuk akibat penggunaan berulang, gesekan, maupun paparan suhu tinggi pada peralatan berbahan plastik.
Sejumlah penelitian juga mengaitkan paparan mikroplastik dan bahan kimia dari plastik dengan berbagai risiko kesehatan sehingga penggunaannya perlu lebih diperhatikan.
7 Peralatan Dapur yang Berpotensi Melepaskan Mikroplastik
Beberapa benda yang umum ditemukan di dapur ternyata berpotensi menjadi sumber mikroplastik apabila digunakan terus-menerus atau dalam kondisi tertentu. Berikut daftar yang perlu diwaspadai:
1. Botol minum plastik sekali pakai, terutama jika digunakan berulang atau terpapar panas, dapat melepaskan partikel mikroplastik ke dalam air minum.
2. Wadah makanan berbahan plastik yang digunakan untuk memanaskan makanan berisiko meningkatkan perpindahan partikel plastik maupun zat kimia ke dalam makanan.
3. Talenan plastik dapat terkikis akibat gesekan pisau sehingga menghasilkan serpihan plastik berukuran sangat kecil yang berpotensi menempel pada bahan makanan.
4. Wajan atau alat masak berlapis antilengket yang permukaannya tergores atau mulai mengelupas dapat melepaskan partikel dari lapisan pelindungnya saat digunakan pada suhu tinggi.
5. Spons cuci piring berbahan sintetis dapat mengalami pengikisan selama digunakan sehingga menghasilkan serpihan plastik berukuran kecil.
6. Peralatan dapur berbahan plastik, seperti spatula atau sendok sayur, dapat mengalami keausan akibat panas dan pemakaian berulang sehingga berpotensi melepaskan mikroplastik.
7. Kantong teh tertentu yang menggunakan bahan plastik dapat melepaskan partikel mikroplastik ketika diseduh dengan air panas.
Cara Mengurangi Paparan Mikroplastik dari Peralatan Dapur
Mengurangi paparan mikroplastik tidak berarti harus mengganti seluruh perlengkapan dapur sekaligus. Perubahan kecil dalam memilih dan menggunakan peralatan dapat membantu menekan risiko.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain mengganti botol minum plastik sekali pakai dengan botol berbahan stainless steel, kaca, atau keramik. Untuk memanaskan makanan, sebaiknya gunakan wadah kaca atau keramik dibandingkan wadah plastik.
Talenan berbahan kayu atau bambu juga dapat menjadi alternatif pengganti talenan plastik. Sementara itu, peralatan memasak berbahan stainless steel, besi cor (cast iron), atau keramik dapat dipilih sebagai pengganti wajan antilengket yang lapisannya sudah rusak.
Selain itu, penggunaan spons berbahan alami, seperti luffa atau pulp kayu, dapat mengurangi potensi pelepasan serpihan plastik. Untuk peralatan memasak sehari-hari, pilih bahan kayu, logam, atau silikon food grade yang lebih tahan terhadap panas.
Bagi pencinta teh, memilih daun teh seduh dibandingkan kantong teh berbahan plastik juga menjadi salah satu cara sederhana untuk mengurangi paparan mikroplastik.
Meskipun paparan mikroplastik sulit dihindari sepenuhnya dalam kehidupan modern, memilih peralatan dapur yang lebih aman dan mengurangi penggunaan plastik, terutama saat bersentuhan dengan makanan panas, dapat menjadi langkah praktis untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.***
Editor : Dwi Puspitarini