KALTIMPOST.ID, Lambung memiliki peran besar dalam menjaga sistem pencernaan bekerja dengan baik.
Lambung bertugas menghancurkan makanan, menyerap nutrisi, dan menjaga metabolisme tubuh tetap optimal.
Bila kesehatannya terganggu, berbagai masalah seperti mag, perih, atau kembung bisa muncul dan mengganggu aktivitas harian.
Karena itu, perlu memahami cara menjaga kesehatan lambung.
Untuk menjaga kesehatan lambung, tidak hanya dipengaruhi oleh jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi juga kebiasaan saat makan.
Cara seseorang mengunyah makanan, waktu makan, hingga jumlah cairan yang diminum ketika makan dapat memengaruhi proses pencernaan.
Menurut dokter spesialis gizi dari Department of Nutrition University of Medicine and Pharmacy Hospital Vietnam, Dr. Duong Thi Phuong, lambung memiliki hubungan erat dengan sistem saraf.
Kondisi emosional, stres, hingga perilaku makan dapat memengaruhi proses pencernaan.
“Lambung berhubungan erat dengan sistem saraf, sehingga stres, emosi, dan kebiasaan makan dapat secara langsung memengaruhi proses pencernaan,” kata Dr. Phuong.
3 Kebiasaan makan yang berdampak buruk pada lambung
1. Makan terlalu cepat atau sambil terdistraksi
Makan sambil bekerja, bermain ponsel, atau berada dalam kondisi tertekan dapat mengganggu proses pencernaan sejak makanan pertama kali masuk ke mulut.
Fokus yang terpecah membuat tubuh tidak optimal memproduksi asam lambung dan enzim pencernaan yang dibutuhkan untuk mengolah makanan.
Selain itu, kebiasaan menelan makanan tanpa mengunyah dengan baik membuat lambung bekerja lebih keras karena harus memecah makanan yang masih berukuran besar.
Kondisi ini dapat meningkatkan risiko perut kembung, gangguan pencernaan, hingga penyerapan nutrisi yang kurang optimal.
Dr. Phuong menyarankan agar setiap suapan dikunyah sebanyak 20 hingga 50 kali sebelum ditelan.
Waktu makan ideal juga sekitar 20-30 menit, agar tubuh memiliki kesempatan mengenali rasa kenyang dan mencegah makan berlebihan.
2. Makan malam terlalu larut dan langsung tidur
Kebiasaan makan malam mendekati waktu tidur juga dapat membebani kerja lambung.
Proses pencernaan membutuhkan waktu sekitar dua hingga lebih dari enam jam, tergantung jenis makanan yang dikonsumsi.
Apabila seseorang langsung berbaring setelah makan, lambung belum selesai mengosongkan isinya sehingga asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan.
Akibatnya, risiko refluks asam meningkat dan kualitas tidur pun dapat terganggu.
Untuk menjaga kesehatan pencernaan, sebaiknya beri jeda beberapa jam antara makan malam dan waktu tidur agar proses pencernaan berlangsung lebih optimal.
3. Minum terlalu banyak air saat makan
Banyak orang menganggap semakin banyak minum saat makan akan membantu proses pencernaan.
Padahal, konsumsi cairan dalam jumlah berlebihan justru dapat mengencerkan asam lambung sehingga proses mencerna makanan menjadi kurang efisien.
Selain itu, lambung yang dipenuhi makanan sekaligus cairan dalam jumlah besar harus bekerja lebih keras untuk mencampur dan mengolah seluruh isinya.
Dokter menyarankan total cairan saat makan, termasuk sup, tidak lebih dari 200 mililiter, sedangkan jumlah ideal berkisar 50-100 mililiter.
Tidak hanya menghindari tiga kebiasaan tersebut, para ahli juga menganjurkan untuk makan secara teratur tiga kali sehari, tidak melewatkan sarapan, membatasi makanan tinggi garam, berlemak, diasap, maupun makanan olahan.
Bagi penderita mag atau gangguan lambung lainnya, disarankan untuk tidak membiarkan perut terlalu lapar atau makan dalam porsi berlebihan.
Membatasi konsumsi alkohol, rokok, makanan pedas, serta makanan yang terlalu asam juga dapat membantu mengurangi keluhan dan menjaga kesehatan sistem pencernaan dalam jangka panjang.
Editor : Hernawati