Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Bukan Cuma Pedas dan Asam, Tiga Kebiasaan Makan Sepele Ini Picu Gangguan Lambung

Ari Arief • Senin, 13 Juli 2026 | 14:26 WIB
Ilustrasi makan dan minum yang salah dan dianjurkan.(generate ai)
Ilustrasi makan dan minum yang salah dan dianjurkan.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Anggapan bahwa gangguan lambung hanya dipicu oleh konsumsi makanan pedas atau asam ternyata keliru. Pakar kesehatan mengungkapkan bahwa kebiasaan makan sehari-hari yang sering dianggap sepele justru memiliki andil besar dalam merusak proses pencernaan.

Dokter spesialis gizi dari Department of Nutrition University of Medicine and Pharmacy Hospital Vietnam, Dr. Duong Thi Phuong, menjelaskan bahwa lambung memiliki keterikatan yang sangat erat dengan sistem saraf manusia. Kondisi emosional, tingkat stres, hingga perilaku saat menyantap hidangan dapat memengaruhi kinerja organ pencernaan secara langsung.

"Lambung berhubungan erat dengan sistem saraf, sehingga stres, emosi, dan kebiasaan makan dapat secara langsung memengaruhi proses pencernaan," ujar dr. Phuong seperti dilansir dari VN Express, Senin (13/7/2026).

Guna menghindari penyakit lambung, berikut tiga kebiasaan makan yang tanpa disadari dapat mengganggu kesehatan tubuh dan perlu segera diubah:

1. Makan Terlalu Cepat dan Terdistraksi

Kebiasaan menyantap makanan sambil bekerja, bermain ponsel, atau saat dalam kondisi stres terbukti dapat menghambat produksi asam lambung serta enzim pencernaan. Selain itu, makan terburu-buru tanpa mengunyah makanan dengan saksama akan memberikan tekanan ekstra, sehingga lambung dipaksa bekerja jauh lebih keras.

Untuk itu, dr. Phuong menyarankan agar setiap suapan dikunyah sebanyak 20 hingga 50 kali sebelum ditelan. Durasi makan yang ideal adalah sekitar 20-30 menit agar tubuh memiliki waktu untuk mengenali rasa kenyang dan mencegah makan berlebihan.

2. Makan Terlalu Malam lalu Langsung Tidur

Bagi Anda yang gemar makan malam mendekati waktu tidur, kebiasaan ini sebaiknya dihentikan karena dapat membebani kerja lambung secara signifikan. Secara biologis, proses pencernaan membutuhkan waktu sekitar dua hingga lebih dari enam jam, tergantung jenis makanan yang dikonsumsi.

Jika seseorang langsung berbaring setelah makan, lambung yang belum selesai mengosongkan isinya akan membuat asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan. Dampaknya, risiko refluks asam (GERD) meningkat dan kualitas tidur malam Anda akan terganggu.

3. Minum Air Terlalu Banyak Saat Makan

Minum air putih terlalu banyak di sela-sela atau tepat setelah makan kerap dianggap membantu melancarkan pencernaan. Faktanya, konsumsi cairan yang berlebihan justru mengencerkan asam lambung, membuat proses pencernaan menjadi kurang efisien.

Lambung yang dipenuhi makanan sekaligus cairan dalam volume besar harus bekerja ekstra keras untuk mengolah isinya. Pakar medis menyarankan total cairan saat makan—termasuk kuah sup—sebaiknya tidak lebih dari 200 mililiter, dengan takaran paling ideal berkisar antara 50 hingga 100 mililiter saja.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
minum lambung saraf kejepit makan