Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Mengapa Sering Mengantuk Usai Makan? Ini Penjelasan Dokter dan Cara Menstabilkan Gula Darah

Uways Alqadrie • Jumat, 17 Juli 2026 | 12:30 WIB
Grafis Kaltim Post
Grafis Kaltim Post

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Rasa kantuk yang muncul setelah makan sering dianggap sebagai hal biasa. Namun, kondisi tersebut dapat menjadi sinyal terjadinya lonjakan kadar gula darah, terutama jika disertai tubuh terasa lemas dan terjadi berulang kali.

Dokter sekaligus pegiat edukasi kesehatan, dr. Cecep Hermawan, menjelaskan bahwa peningkatan gula darah setelah makan merupakan proses yang normal. Meski begitu, lonjakan yang terlalu tinggi dan terjadi terus-menerus patut diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Menurutnya, sejumlah penelitian menunjukkan kadar gula darah yang masih tinggi dua jam setelah makan berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, bahkan pada orang yang belum didiagnosis menderita diabetes.

Baca Juga: Hadiah Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp963 Miliar, Ini Rincian Bonus Spanyol atau Argentina

Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Cecep Hermawan, menjelaskan bahwa otot memiliki kemampuan menyerap glukosa saat berkontraksi.

Proses tersebut dapat berlangsung tanpa bergantung sepenuhnya pada insulin, sehingga aktivitas fisik ringan setelah makan dinilai bermanfaat menjaga kestabilan gula darah.

Ia menyarankan masyarakat menghindari kebiasaan langsung duduk diam atau berbaring setelah selesai makan. Jika pekerjaan mengharuskan tetap berada di kursi, usahakan berdiri atau melakukan peregangan secara berkala agar otot tetap aktif.

Salah satu cara yang direkomendasikan adalah berjalan santai sekitar 10 menit setelah makan. Aktivitas ringan tersebut membantu tubuh menggunakan kelebihan glukosa sehingga risiko lonjakan gula darah dapat ditekan.

Selain berjalan kaki, gerakan mengangkat tumit atau soleus push-up juga bisa menjadi pilihan. Latihan ini dilakukan dengan mengangkat tumit berulang saat posisi duduk sehingga otot betis tetap bekerja dan membantu menyerap glukosa dalam darah.

Menurut dr. Cecep, perubahan kebiasaan sederhana ini dapat menjadi langkah awal menjaga kesehatan metabolisme, terutama bagi mereka yang sering merasa mengantuk atau lemas setelah makan.

Meski demikian, pola makan seimbang dan pemeriksaan kesehatan rutin tetap diperlukan untuk mencegah risiko diabetes maupun penyakit kardiovaskular di kemudian hari.

Salah satu studi yang melibatkan sekitar 70 orang dewasa dengan berat badan normal menemukan bahwa jeda singkat untuk bergerak setelah makan mampu menjaga kadar gula darah tetap lebih stabil dibandingkan hanya duduk dalam waktu lama. Temuan tersebut memperkuat manfaat aktivitas fisik ringan sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Baca Juga: Pria 31 Tahun Perkosa Nenek 90 Tahun di Grobogan: Korban Trauma Pelaku Berhasil Ditangkap

Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Cecep Hermawan, menilai kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki, berdiri sejenak, atau menggerakkan otot betis setelah makan dapat menjadi cara praktis untuk membantu tubuh memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi.

Meski demikian, ia menegaskan langkah tersebut bukan pengganti pengobatan maupun terapi yang diberikan dokter.

Aktivitas fisik ringan sebaiknya dipadukan dengan pola makan bergizi, olahraga teratur, serta pemeriksaan kesehatan berkala agar kadar gula darah tetap terkontrol dan risiko diabetes maupun penyakit jantung dapat diminimalkan.

Editor : Uways Alqadrie
cara mengatasi sakit diabetes cara mengatasi ngantuk penyakit diabetes diabetes melitus bpjs kesehatan