KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Kebiasaan menyantap buah sebelum makan nasi belakangan ini semakin populer. Pola ini dipercaya efektif memberikan rasa kenyang lebih awal sehingga porsi makan utama menjadi lebih terkontrol. Meski demikian, sebagian masyarakat masih ragu karena khawatir mengonsumsi buah saat perut kosong dapat memicu kenaikan asam lambung.
Benarkah demikian? Dokter spesialis gizi klinik, Dr. dr. Samuel Oetoro, SpGK, menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Pada dasarnya, organ pencernaan manusia dirancang untuk mampu mengolah berbagai jenis makanan secara bersamaan. "Sistem pencernaan kita sudah diciptakan dengan sempurna. Maka makan buah dapat kapan saja, baik sebelum atau sesudah makan," ujar dr. Samuel dalam sebuah wawancara.
Bagi Anda yang ingin mencoba kebiasaan sehat ini tanpa khawatir lambung terasa perih, berikut adalah beberapa panduan medis yang perlu diperhatikan:
1. Pilih Buah Rendah Asam dan Matang Sempurna
Kunci utama kenyamanan lambung terletak pada pemilihan jenis dan tingkat kematangan buah. Buah dengan tingkat keasaman tinggi seperti lemon, jeruk nipis, nanas, atau buah yang masih mentah sangat berpotensi memicu iritasi pada dinding lambung yang sensitif.
Sebagai alternatif yang aman, Anda disarankan memilih:
-
Pisang: Mengandung serat dan kalium yang menjaga fungsi saluran cerna.
-
Pepaya: Memiliki enzim papain yang membantu memecah protein secara optimal.
-
Melon, Semangka, dan Apel: Mengandung banyak air dan serat yang lembut untuk pencernaan.
Selain jenisnya, pastikan buah yang dikonsumsi sudah matang sempurna. Berdasarkan penelitian dari jurnal Horticulture Research (2024), buah mentah memiliki kandungan asam organik dan senyawa kompleks yang lebih tinggi. Pada lambung sensitif, senyawa ini dapat memicu keluhan kembung, perih, hingga begah. Sebaliknya, buah matang lebih mudah dicerna karena patinya telah berubah menjadi karbohidrat sederhana.
2. Batasi Porsi, Hindari Konsumsi Berlebihan
Mengonsumsi buah secara berlebihan dalam satu waktu—terutama saat perut kosong—bisa membuat lambung terasa terlalu penuh dan tidak nyaman.
Kementerian Kesehatan RI melalui Pedoman Gizi Seimbang menganjurkan konsumsi buah sebanyak 2 hingga 3 porsi setiap hari. Satu porsi ini setara dengan:
-
Satu buah pisang ambon ukuran sedang, atau
-
Satu potong pepaya ukuran sedang, atau
-
Satu buah jeruk ukuran sedang.
Sebaiknya, penuhi kebutuhan porsi ini secara bertahap sepanjang hari, bukan sekaligus dalam jumlah besar dalam satu kali makan.
Perhatian Khusus untuk Kondisi Medis Tertentu
Meskipun secara umum aman, ada beberapa kelompok yang harus lebih selektif dalam mengatur waktu dan porsi makan buah:
-
Penderita GERD/Asam Lambung: Jika muncul sensasi panas di dada (heartburn) atau mual setelah mengonsumsi buah tertentu, segera kurangi porsi atau beralih ke buah dengan tingkat keasaman yang lebih rendah.
-
Penyandang Diabetes Tipe 2: Sangat tidak dianjurkan mengonsumsi buah manis dalam porsi besar saat perut kosong. Sebaiknya, kombinasikan buah dengan makanan utama atau sumber protein dan lemak sehat guna memperlambat penyerapan gula darah.
-
Ibu Hamil dengan Diabetes Gestasional: Disarankan untuk memilih buah rendah gula dengan porsi kecil yang disesuaikan berdasarkan rekomendasi dokter kandungan atau ahli gizi.(*)