KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Anggapan bahwa radang usus buntu atau apendisitis hanya dipicu oleh faktor makanan ternyata tidak sepenuhnya tepat. Penyakit yang masuk dalam kategori kondisi gawat darurat ini memiliki beragam faktor pemicu lain yang patut diwaspadai masyarakat.
Secara umum, gejala usus buntu ditandai dengan nyeri hebat pada perut kanan bawah yang biasanya bermula dari ulu hati. Gejala ini kerap disertai demam, penurunan nafsu makan, mual, muntah, hingga gangguan pencernaan.
Baca Juga: Makan Buah Sebelum Nasi Bikin Asam Lambung Naik? Simak Penjelasan Ahli dan Tips Amannya!
Penyebab utama dari peradangan ini adalah adanya penyumbatan di dalam saluran usus buntu. Berdasarkan data medis, berikut adalah beberapa faktor utama yang memicu terjadinya apendisitis:
-
Sumbatan Fekalit (Tinja Keras): Merupakan penyebab paling utama, khususnya pada anak-anak dan lansia. Timbunan tinja yang mengeras dan statis membuat kuman berkembang biak dengan cepat. Kondisi ini biasanya dipengaruhi oleh gaya hidup kurang serat dan minimnya aktivitas fisik.
-
Pembesaran Jaringan Limfoid: Hiperplasia limfoid atau pembesaran jaringan ini sering menyerang anak-anak. Kondisi yang dipicu oleh perubahan lapisan struktur usus buntu ini biasanya berkaitan dengan penyakit Inflammatory Bowel Disease (IBD), gastroenteritis (infeksi saluran pencernaan), hingga penyakit Crohn.
-
Baca Juga: Kadisdikbud Balikpapan Bantah Ada Kursi Kosong di Sekolah Negeri, Ini Penjelasannya
-
Infeksi Parasit: Kurangnya menjaga kebersihan diri dan penularan dari hewan dapat memicu masuknya parasit seperti cacing gelang (Ascaris lumbricoides), amuba, cacing benang, hingga cacing kremi. Parasit ini menyebabkan erosi atau luka pada lapisan usus buntu yang berujung radang.
-
Tumor: Meski kasusnya terbilang jarang, pertumbuhan tumor di saluran pencernaan bagian bawah dapat menyumbat struktur usus buntu dan memicu peradangan hebat.
- Baca Juga: Menuju Porprov Kaltim 2026, Tuan Rumah Dikejar Penetapan Cabor dan Nomor Tanding Selesai Dua Hari
-
Jaringan Fibrosis: Pada beberapa kasus pascaoperasi, radang usus buntu bisa kambuh kembali. Hal ini dipicu oleh terbentuknya jaringan parut (fibrosis) akibat proses penyembuhan yang kurang sempurna.
-
Infeksi Saluran Cerna: Infeksi meluas yang disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, atau cacing Enterobius vermicularis pada saluran cerna dapat menyebar hingga ke apendiks.
- Baca Juga: Sidang Dugaan Korupsi RS Bekokong di Kutai Barat: Deviasi Proyek Tembus 50 Persen, Penyedia Dinilai Tak Mampu Kejar Target
-
Faktor Asupan Makanan: Beberapa jenis makanan seperti cabai, kakao, jeruk, melon, oat, anggur, kurma, hingga jintan diteliti berpotensi menyumbat usus buntu jika gagal dikeluarkan secara alami oleh tubuh.
Mengingat dampaknya yang berbahaya dan memerlukan penanganan cepat, masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika merasakan keluhan atau gejala yang mengarah pada penyakit ini.(*)
Editor : Thomas Priyandoko