KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Gangguan pencernaan berupa susah buang air besar (BAB) atau sembelit merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami anak-anak. Meski membuat anak menjadi rewel dan susah makan, orang tua diimbau untuk tidak panik karena kondisi ini umumnya bisa ditangani secara mandiri di rumah.
Praktisi kesehatan dr. Sepriani Timurtini Limbong menjelaskan bahwa sembelit dapat terjadi pada segala usia anak, mulai dari bayi, balita, hingga usia sekolah. Faktor pemicunya pun bervariasi pada setiap fase pertumbuhan.
Baca Juga: Bukan Cuma Makanan, Kenali Ragam Pemicu Radang Usus Buntu
“Pada bayi, sembelit biasanya terjadi saat mulai diberikan makanan padat (MPASI). Pada usia balita dipicu saat memulai latihan toilet (toilet training), sedangkan pada anak yang lebih besar biasanya terjadi di masa awal masuk sekolah,” ujar dr. Sepriani.
Secara medis, gejala sembelit ditandai dengan berkurangnya frekuensi BAB, konsistensi feses yang keras, serta anak yang tampak tidak nyaman hingga harus mengejan keras. Pada kasus tertentu, sembelit bahkan dapat memicu BAB berdarah.
Baca Juga: Makan Buah Sebelum Nasi Bikin Asam Lambung Naik? Simak Penjelasan Ahli dan Tips Amannya!
Untuk mengatasi gangguan pencernaan pada buah hati, berikut beberapa langkah efektif yang dapat dilakukan orang tua di rumah:
-
Rangsang Aktivitas Fisik: Ajak anak aktif bergerak untuk menstimulasi pergerakan usus. Bagi bayi yang belum bisa berjalan, orang tua dapat menggerakkan kakinya seperti posisi mengayuh sepeda.
-
Terapkan Regular Toilet Time: Ajarkan anak untuk rutin ke toilet pada waktu-waktu tertentu, misalnya setiap pagi hari atau setelah makan, guna membentuk kebiasaan BAB yang teratur.
-
Penuhi Kebutuhan Cairan dan Serat: Air putih bertindak sebagai pelumas alami pencernaan. Selain itu, tingkatkan konsumsi makanan tinggi serat dan air seperti pepaya, pir, semangka, dan sup sayur untuk melunakkan feses.
-
Evaluasi Konsumsi Susu Formula: Sembelit pada bayi sering kali dipicu oleh kandungan zat besi yang tinggi pada susu formula. Konsultasikan dengan dokter jika perlu mengganti jenis susu formula.
-
Berikan Makanan Probiotik: Untuk anak di atas usia satu tahun, konsumsi makanan mengandung bakteri baik seperti yoghurt, tempe, dan kefir sangat dianjurkan untuk membantu merangsang pergerakan usus.
-
Pijat Perut Lembut: Lakukan pijatan searah jarum jam membentuk huruf "U" terbalik di perut anak menggunakan minyak telon untuk membantu mendorong jalannya feses di usus besar.
Jika berbagai langkah alami di atas belum membuahkan hasil, pemberian obat pencahar pencahar khusus yang dimasukkan melalui anus dapat dipertimbangkan. Namun, dr. Sepriani menegaskan langkah medis tersebut hanya boleh dilakukan untuk anak di atas usia 1 tahun dan wajib di bawah pengawasan dokter.
Orang tua disarankan segera membawa anak ke dokter spesialis anak jika sembelit berlangsung lebih dari satu minggu atau tidak kunjung membaik.(*)
Editor : Thomas Priyandoko