Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sering Ngorok Saat Tidur? Bisa Jadi Penyebabnya Ada di Kebiasaan Sehari-hari

Dwi Puspitarini • Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:08 WIB
Ilustrasi seseorang mengalami ngorok saat tidur.
Ilustrasi seseorang mengalami ngorok saat tidur.

KALTIMPOST.ID - Ngorok saat tidur kerap dianggap sebagai hal yang biasa. Padahal, kebiasaan penyebab ngorok yang dilakukan setiap hari dapat membuat dengkuran semakin sering muncul sekaligus menurunkan kualitas tidur.

Tak sedikit orang mengira penyebab ngorok hanya berkaitan dengan faktor usia atau kondisi kesehatan tertentu. Padahal, beberapa kebiasaan sederhana sebelum maupun saat tidur juga dapat mempersempit saluran napas sehingga memicu suara dengkuran.

Karena itu, mengenali kebiasaan penyebab ngorok menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas istirahat. Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini bahkan dapat menjadi tanda adanya sleep apnea, gangguan tidur yang memerlukan perhatian medis.

Ngorok muncul ketika aliran udara melewati saluran napas yang menyempit. Saat udara melewati area tersebut, jaringan lunak di tenggorokan akan bergetar dan menghasilkan suara dengkuran.

Selain dipengaruhi bentuk saluran napas atau kondisi medis tertentu, kebiasaan sehari-hari juga dapat memperbesar risiko seseorang mengalami ngorok saat tidur.

5 Kebiasaan Penyebab Ngorok yang Sering Tidak Disadari

1. Tidur Telentang

Posisi tidur telentang membuat lidah dan jaringan lunak di bagian belakang tenggorokan lebih mudah bergeser ke belakang. Kondisi ini mempersempit saluran napas sehingga dengkuran lebih mudah muncul.

Mengubah posisi tidur menjadi menyamping dapat membantu mengurangi ngorok, terutama pada orang yang hanya mendengkur saat tidur telentang.

2. Minum Alkohol Sebelum Tidur

Mengonsumsi alkohol menjelang waktu tidur membuat otot mulut dan tenggorokan menjadi lebih rileks. Akibatnya, saluran napas lebih mudah menyempit saat tidur dan risiko mendengkur meningkat.

Menghindari minuman beralkohol beberapa jam sebelum tidur dapat membantu menjaga saluran napas tetap terbuka.

3. Kurang Tidur

Kurang tidur bukan hanya membuat tubuh lelah, tetapi juga membuat otot saluran napas menjadi lebih rileks. Kondisi ini memudahkan terjadinya hambatan aliran udara yang memicu dengkuran.

Menjaga waktu tidur yang cukup setiap malam menjadi salah satu cara sederhana untuk mengurangi risiko tersebut.

4. Berat Badan Berlebih

Kelebihan berat badan, terutama di sekitar leher, dapat memberi tekanan pada saluran napas. Tekanan tersebut membuat ruang bernapas menjadi lebih sempit sehingga penyebab ngorok semakin sulit dihindari.

Menjaga berat badan ideal melalui pola makan seimbang dan rutin berolahraga dapat membantu mengurangi risiko ngorok.

5. Hidung Tersumbat

Pilek, alergi, atau hidung tersumbat membuat aliran udara melalui hidung terganggu. Akibatnya, seseorang lebih sering bernapas melalui mulut saat tidur sehingga peluang munculnya dengkuran menjadi lebih besar.

Jika penyebabnya adalah alergi atau infeksi, penanganan yang tepat dapat membantu memperlancar pernapasan saat tidur.

Kapan Ngorok Perlu Diwaspadai?

Ngorok sesekali umumnya bukan kondisi yang berbahaya. Namun, bila dengkuran terjadi hampir setiap malam, terdengar sangat keras, disertai jeda napas, tersedak saat tidur, atau menyebabkan kantuk berlebihan pada siang hari, kondisi tersebut tidak boleh diabaikan.

Gejala tersebut dapat mengarah pada sleep apnea, yaitu gangguan tidur yang membuat pernapasan berhenti sementara berulang kali selama tidur. Bila tidak ditangani, kondisi ini dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes tipe 2, hingga stroke.

Cara Mencegah Ngorok

Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan untuk membantu mengurangi risiko ngorok saat tidur, antara lain:

·         Tidur dengan posisi menyamping.

·         Menghindari alkohol sebelum tidur.

·         Mencukupi waktu tidur setiap malam.

·         Menjaga berat badan tetap ideal.

·         Mengatasi hidung tersumbat atau alergi agar pernapasan lebih lancar.

Apabila ngorok semakin sering muncul atau disertai gejala yang mengarah pada sleep apnea, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.***

Editor : Dwi Puspitarini
ngorok saat tidur penyebab ngorok cara mencegah ngorok sleep apnea kesehatan