Selatox Raih Sertifikasi CPOB BPOM, Resmikan Fasilitas Manufaktur Biofarmasi di Cikarang

Agus Prayitno • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 21:17 WIB
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Taruna Ikrar (kiri) menyerahkan sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) kepada Chief Executive Officer PT Selatox Bio Pharma Joh Young Hoon dalam peresmian fasilitas manufaktur biofarmasi Selatox di Cikarang, Jawa Barat, Senin (20/7/2026).
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Taruna Ikrar (kiri) menyerahkan sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) kepada Chief Executive Officer PT Selatox Bio Pharma Joh Young Hoon dalam peresmian fasilitas manufaktur biofarmasi Selatox di Cikarang, Jawa Barat, Senin (20/7). (Foto: Istimewa)

KALTIMPOST.ID, CIKARANG – PT Selatox Bio Pharma (Selatox) resmi memperoleh sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia. Pencapaian tersebut ditandai dengan peresmian fasilitas manufaktur biofarmasi Selatox di Cikarang, Jawa Barat, pada Senin (20/7/2026).

Sertifikasi CPOB menjadi pengakuan bahwa fasilitas produksi dan sistem manajemen mutu Selatox telah memenuhi standar yang ditetapkan BPOM. Pencapaian ini juga memperkuat langkah perusahaan dalam membangun pusat manufaktur biofarmasi bertaraf global.

Selatox Resmi Kantongi Sertifikasi CPOB BPOM

Perolehan sertifikasi CPOB menjadi fondasi penting bagi Selatox dalam memproduksi biofarmasi estetika dengan standar kualitas yang konsisten. Pengakuan tersebut memastikan proses produksi memenuhi persyaratan mutu, keamanan, dan pengendalian yang berlaku.

Peresmian fasilitas manufaktur mengusung tema "Pursuing the Highest Quality, Delivering the Finest Beauty." Acara dihadiri perwakilan Kementerian Kesehatan, BPOM, organisasi profesi kesehatan, klinik estetika, tenaga kesehatan, mitra industri, serta pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga: Road to Erau 2026: Kompak Bareng Sultan, Bupati Aulia Pastikan Festival Sri Muntai Jadi Agenda Tahunan Kukar

Dalam kesempatan itu, para peserta menyoroti pentingnya infrastruktur manufaktur modern dan sistem manajemen mutu yang kuat. Pengembangan sumber daya manusia juga dinilai menjadi faktor penting bagi pertumbuhan industri biofarmasi yang berkelanjutan.

Selatox merupakan perusahaan biofarmasi yang berfokus pada penelitian, pengembangan, dan manufaktur produk biofarmasi estetika. Saat ini perusahaan tengah mengembangkan berbagai produk berbasis Botulinum Toxin Type A.

Fasilitas Manufaktur Berstandar GMP

Fasilitas manufaktur Selatox dilengkapi sistem produksi berteknologi maju dan area produksi steril. Perusahaan juga menerapkan sistem manajemen mutu yang terintegrasi di seluruh tahapan produksi.

Seluruh proses mulai dari penerimaan bahan baku, produksi, pengujian laboratorium, hingga distribusi dirancang mengikuti prinsip Cara Pembuatan Obat yang Baik. Dengan demikian, kualitas dan keamanan produk dapat dijaga secara konsisten.

Fasilitas tersebut juga memenuhi persyaratan Good Manufacturing Practice (GMP) yang menjadi acuan dalam industri farmasi. Sistem pengelolaan mutu diterapkan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Chief Executive Officer Selatox, Joh Young Hoon, mengatakan sertifikasi CPOB merupakan pencapaian penting bagi perusahaan. Menurutnya, pengakuan tersebut menegaskan bahwa fasilitas manufaktur dan sistem manajemen mutu Selatox telah memenuhi standar BPOM.

"Perolehan sertifikasi CPOB dari BPOM merupakan pencapaian penting bagi Selatox. Sertifikasi ini menegaskan bahwa fasilitas manufaktur dan sistem manajemen mutu kami telah memenuhi standar yang ditetapkan," ujar Joh Young Hoon.

Ia menambahkan perusahaan berkomitmen menghadirkan produk biofarmasi berkualitas melalui proses produksi yang presisi dan pengendalian mutu yang ketat. Produk tersebut diharapkan dapat dipercaya oleh tenaga kesehatan maupun mitra perusahaan.

Baca Juga: Pengembangan Green School di SMK Istiqomah Muhammadiyah 4 Samarinda: Membangun Kepedulian Lingkungan melalui Aksi Nyata

Joh Young Hoon juga menyebut sertifikasi CPOB menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem biofarmasi yang terintegrasi. Selatox akan menghubungkan riset dan pengembangan, manufaktur, hingga operasional bisnis global dalam satu ekosistem.

"Ke depan, kami akan terus berinvestasi pada pengembangan sumber daya manusia lokal serta penerapan teknologi manufaktur berstandar internasional," katanya.

Dukung Industri Biofarmasi Indonesia

Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Transformasi Sistem Kesehatan, Agus Tjahajana Wirakusumah, mengatakan pemerintah terus mendorong penguatan kapasitas produksi farmasi dalam negeri. Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda transformasi sistem kesehatan nasional.

"Kehadiran fasilitas manufaktur seperti PT Selatox Bio Pharma diharapkan dapat mendukung kemandirian farmasi Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing industri kesehatan nasional," ujar Agus.

Sementara itu, Kepala BPOM Taruna Ikrar mengapresiasi peresmian fasilitas manufaktur dan pencapaian sertifikasi CPOB yang diraih Selatox. Menurutnya, pencapaian tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam memenuhi standar internasional terkait keamanan, mutu, dan khasiat produk.

"Kami mengucapkan selamat kepada PT Selatox Bio Pharma atas peresmian fasilitas manufaktur biofarmasi serta pencapaian sertifikasi CPOB. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memperkuat industri farmasi dan biofarmasi di Indonesia," kata Taruna.

Baca Juga: Profil Jesslyn Wijaya Lay: Sudah Sepekan Diculik, Ternyata Putri Pengusaha Terkemuka dan Atlet Golf Tekun

Melalui fasilitas manufaktur yang baru diresmikan dan sertifikasi CPOB dari BPOM, Selatox menargetkan pengembangan Indonesia sebagai pusat biofarmasi estetika yang mengintegrasikan riset dan pengembangan, manufaktur, serta operasional bisnis global. Perusahaan berharap langkah tersebut dapat memperkuat daya saing industri biofarmasi nasional sekaligus mendukung pertumbuhan manufaktur farmasi bertaraf internasional.

Editor : Agus Prayitno
Selatox Sertifikasi CPOB Badan Pengawas Obat dan Makanan Manufaktur Biofarmasi bpom