KALTIMPOST.ID, CIKARANG – PT Selatox Bio Pharma (Selatox) resmi memperoleh sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia. Pencapaian tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat kapasitas manufaktur biofarmasi dan mendukung kemandirian industri kesehatan nasional.
Sertifikasi CPOB diberikan setelah fasilitas manufaktur Selatox di Cikarang, Jawa Barat, memenuhi standar yang ditetapkan regulator terkait keamanan, mutu, dan proses produksi obat. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan produksi biofarmasi dalam negeri dengan standar internasional.
Perkuat Ketahanan Industri Farmasi Nasional
Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Transformasi Sistem Kesehatan, Agus Tjahajana Wirakusumah, mengatakan penguatan kapasitas produksi nasional menjadi bagian dari agenda transformasi sistem kesehatan Indonesia.
Baca Juga: Selatox Bangun Basis Produksi Bertaraf Global, BPOM Beri Sertifikasi CPOB
Menurutnya, pemerintah terus mendorong penguasaan teknologi, peningkatan kapasitas produksi dalam negeri, serta kolaborasi antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan.
"Sejalan dengan agenda transformasi sistem kesehatan, pemerintah terus mendorong terwujudnya ketahanan kesehatan nasional melalui penguatan kapasitas produksi dalam negeri, penguasaan teknologi, serta peningkatan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan," ujar Agus Tjahajana. Senin, (20/7).
Baca Juga: Kapolda Kaltim Ingatkan Jajaran Saat Audit Anggaran, Data Harus Valid dan Transparan
Ia menambahkan bahwa kehadiran fasilitas manufaktur seperti Selatox diharapkan dapat mendukung kemandirian farmasi Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing industri kesehatan nasional.
Sementara itu, Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menyampaikan apresiasi atas pencapaian sertifikasi CPOB yang diperoleh Selatox. Menurutnya, pencapaian tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam memenuhi standar internasional terkait keamanan, mutu, dan khasiat produk.
"Kami mengucapkan selamat kepada PT Selatox Bio Pharma atas peresmian fasilitas manufaktur biofarmasi serta pencapaian sertifikasi CPOB. Pencapaian ini menjadi langkah penting dalam memperkuat industri farmasi dan biofarmasi di Indonesia," kata Taruna.
Teknologi dan Standar Mutu Jadi Fondasi Produksi
Selatox merupakan perusahaan biofarmasi yang berfokus pada penelitian, pengembangan, dan manufaktur produk biofarmasi estetika. Perusahaan saat ini mengembangkan produk berbasis Botulinum Toxin Type A dengan dukungan fasilitas produksi berteknologi modern.
Fasilitas manufaktur Selatox dilengkapi sistem produksi modern, area produksi steril, serta sistem manajemen mutu yang mencakup seluruh proses manufaktur. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga mulai dari bahan baku hingga distribusi.
Dengan sertifikasi CPOB, fasilitas Selatox telah memenuhi standar Good Manufacturing Practice (GMP) yang menjadi acuan industri farmasi global. Penerapan standar tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan keamanan dan konsistensi produk.
Chief Executive Officer Selatox, Joh Young Hoon, mengatakan pencapaian sertifikasi CPOB merupakan hasil dari komitmen perusahaan terhadap kualitas dan standar manufaktur.
"Perolehan sertifikasi CPOB dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia merupakan pencapaian penting bagi Selatox. Sertifikasi ini menegaskan bahwa fasilitas manufaktur dan sistem manajemen mutu kami telah memenuhi standar yang ditetapkan," ujar Joh Young Hoon.
Ia menjelaskan bahwa Selatox tidak hanya berfokus pada manufaktur, tetapi juga membangun ekosistem yang mengintegrasikan penelitian dan pengembangan, produksi, hingga bisnis global.
Editor : Agus Prayitno