KALTIMPOST.ID, Mengalami haid dua kali sebulan sering kali membuat perempuan khawatir.
Lalu, apakah kondisi ini masih tergolong normal atau justru menjadi tanda adanya gangguan kesehatan?
Jawabannya, bisa normal, tetapi juga bisa menjadi tanda kondisi medis tertentu, tergantung penyebab, usia, dan pola menstruasi yang dialami.
Menurut World Health Organization (WHO), siklus menstruasi normal umumnya berlangsung 21–35 hari, dihitung dari hari pertama haid hingga hari pertama haid berikutnya.
Baca Juga: Sudah Diet dan Olahraga tapi Badan Tetap Gemuk? 5 Faktor Ini Ternyata Diam-Diam Bikin Susah Kurus
Sementara itu, masa perdarahan biasanya berlangsung sekitar 2–8 hari.
Artinya, seseorang sebenarnya bisa mengalami menstruasi dua kali dalam satu bulan kalender jika memiliki siklus yang pendek, misalnya 21–24 hari.
Contohnya, haid pada tanggal 1 kemudian kembali datang pada tanggal 22 di bulan yang sama. Dalam kondisi seperti ini, haid dua kali sebulan masih dapat dianggap normal.
Namun, berbeda halnya jika perdarahan muncul di luar jadwal haid atau terjadi berulang kali tanpa pola yang jelas.
Kondisi tersebut bisa termasuk perdarahan rahim abnormal (abnormal uterine bleeding) dan sebaiknya diperiksakan ke dokter.
Apa Penyebab Haid Dua Kali Sebulan?
Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan menstruasi datang lebih sering, di antaranya:
- Perubahan hormon, terutama pada masa pubertas atau menjelang menopause.
- Stres berkepanjangan yang dapat memengaruhi keseimbangan hormon reproduksi.
- Penggunaan alat kontrasepsi atau pil KB tertentu.
- Gangguan pada rahim, seperti polip, mioma, atau adenomiosis.
- Kondisi medis tertentu, misalnya gangguan tiroid, sindrom ovarium polikistik (PCOS), hingga gangguan pembekuan darah.
Dalam banyak kasus, perubahan siklus haid hanya terjadi sesekali dan tidak selalu menandakan penyakit serius.
Baca Juga: Mengapa Mata Gatal Tidak Boleh Dikucek? Risiko Iritasi hingga Infeksi, Ini Cara Aman Mengatasinya
Namun, bila pola tersebut terus berulang, penyebabnya perlu dicari melalui pemeriksaan medis.
Kapan Harus Waspada?
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami salah satu kondisi berikut:
- Siklus haid secara konsisten lebih pendek dari 21 hari.
- Perdarahan berlangsung lebih dari 7 hari.
- Darah haid sangat banyak hingga harus mengganti pembalut setiap satu jam selama beberapa jam berturut-turut.
- Muncul perdarahan di luar jadwal haid atau setelah berhubungan seksual.
- Disertai nyeri hebat, pusing, lemas, atau tanda-tanda anemia.
Baca Juga: Sering Mengucek Mata Bikin Mata Silinder Makin Parah? Banyak yang Tak Tahu, Ini Penjelasan Para Ahli
Jangan Abaikan jika Terjadi Berulang
Dokter biasanya akan menanyakan riwayat siklus menstruasi, penggunaan obat atau kontrasepsi, tingkat stres, hingga melakukan pemeriksaan fisik atau USG bila diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Karena itu, bila haid dua kali dalam sebulan hanya terjadi sesekali dan masih sesuai dengan siklus menstruasi yang normal, kondisi tersebut umumnya tidak perlu dikhawatirkan.
Sebaliknya, jika terjadi berulang, disertai perdarahan berlebihan, atau muncul keluhan lain yang mengganggu, pemeriksaan ke dokter kandungan menjadi langkah terbaik agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sejak dini. (*)
Editor : Almasrifah