KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Telur rebus menjadi salah satu menu praktis favorit masyarakat untuk sarapan maupun pendukung program diet. Kendati dikenal tinggi protein dan kaya gizi, kebiasaan mengonsumsi telur rebus setiap hari kerap memicu pertanyaan terkait dampaknya terhadap kesehatan, khususnya kadar kolesterol.
Rangkaian penelitian terbaru, termasuk ulasan dalam jurnal Nutrients serta The American Journal of Clinical Nutrition, mengungkapkan bahwa mengonsumsi 1 hingga 2 butir telur rebus per hari umumnya aman bagi orang dewasa dengan kondisi tubuh sehat. Kebiasaan ini tidak serta-merta meningkatkan kadar kolesterol darah secara signifikan, selama diimbangi pola makan rendah lemak jenuh.
Para ahli kesehatan mencatat sejumlah keunggulan nutrisi dan manfaat biologis dari konsumsi telur rebus secara rutin:
-
Efek Kenyang Lebih Lama: Kandungan protein tinggi pada telur rebus terbukti menekan rasa lapar lebih efektif dibanding sarapan tinggi karbohidrat sederhana. Hal ini membantu mengontrol asupan kalori harian dan mengurangi dorongan mengudap berlebihan.
-
Mendukung Fungsi Otak: Kuning telur kaya akan kolin, nutrisi penting pembentuk asetilkolin yang berperan dalam menjaga memori dan konsentrasi. Riset dalam Lipids in Health and Disease mencatat asupan kolin berkala dapat membantu mempertahankan fungsi memori.
-
Perlindungan Kesehatan Mata: Telur mengandung antioksidan lutein dan zeaxanthin yang mudah diserap tubuh. Kedua senyawa ini melindungi retina dari stres oksidatif dan paparan cahaya berlebih seiring bertambahnya usia.
-
Nutrisi Rambut dan Kuku: Kandungan protein dan biotin mendukung pembentukan keratin, yang membantu menjaga kekuatan kuku dan rambut agar tidak mudah rapuh, terutama bagi individu yang sebelumnya kekurangan asupan protein.
Meski kaya manfaat, para pakar mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing. Panduan kesehatan umum menyarankan batas konsumsi aman sekitar 7 butir telur per minggu bagi individu sehat.
Bagi penderita kolesterol tinggi, diabetes, atau orang dengan riwayat penyakit jantung, porsi konsumsi telur tetap harus dibatasi dan disesuaikan berdasarkan konsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Batasan konsumsi serta variasi pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan tubuh.(*)
Editor : Thomas Priyandoko