KALTIMPOST.ID, Klaim penggunaan parutan jahe yang ditempelkan di telapak kaki bayi untuk mengatasi suara napas grok-grok atau bunyi napas berbunyi kasar kembali ramai diperbincangkan di media sosial.
Metode tersebut disebut-sebut sebagai cara alami untuk membantu melegakan pernapasan bayi.
Namun, benarkah cara tersebut efektif secara medis? Para ahli kesehatan menyebut belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa menempelkan parutan jahe di telapak kaki dapat menghilangkan napas grok-grok pada bayi.
Napas berbunyi pada bayi umumnya terjadi karena saluran pernapasan bayi masih kecil dan sensitif.
Baca Juga: 5 Makanan Paling Disukai Kista: Sering Jadi Menu Harian, Ternyata Diam-Diam Memperburuk PCOS
Kondisi ini dapat membuat lendir atau cairan di hidung maupun tenggorokan terdengar lebih jelas saat bayi bernapas.
Dokter Spesialis Anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa suara napas bayi yang terdengar seperti grok-grok sering kali berkaitan dengan adanya lendir di saluran napas bagian atas, terutama pada bayi yang belum mampu membersihkan lendir sendiri.
Menurut IDAI, bayi memang memiliki saluran napas yang lebih sempit dibandingkan anak yang lebih besar.
Akibatnya, sedikit lendir saja dapat menimbulkan suara napas tambahan meski tidak selalu menandakan penyakit serius.
Tidak Ada Bukti Jahe di Telapak Kaki Mengatasi Napas Bayi
Jahe memang dikenal memiliki berbagai kandungan aktif, salah satunya gingerol, yang dalam beberapa penelitian memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan.
Namun, manfaat tersebut tidak berarti bahwa menempelkan jahe pada kulit telapak kaki dapat mengatasi gangguan pernapasan bayi.
Hingga saat ini, belum terdapat penelitian medis yang membuktikan bahwa penggunaan parutan jahe pada telapak kaki mampu mengencerkan lendir, membuka saluran napas, atau menghilangkan suara napas grok-grok pada bayi.
Klaim pengobatan melalui telapak kaki umumnya berasal dari praktik pengobatan tradisional atau pengalaman pribadi, bukan dari bukti klinis yang telah teruji.
Baca Juga: Sering BAB Sambil Main HP? Nyaman Bikin Betah, Padahal Ambeien Mengintai
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap informasi kesehatan yang beredar tanpa dasar ilmiah.
Penggunaan bahan alami tetap harus memperhatikan keamanan, terutama pada bayi yang memiliki kulit lebih sensitif.
Risiko Menempelkan Jahe pada Kulit Bayi
Meski jahe merupakan bahan alami, penggunaannya langsung pada kulit bayi tidak selalu aman.
Kulit bayi lebih tipis dan lebih mudah mengalami iritasi dibandingkan kulit orang dewasa.
Paparan bahan yang bersifat panas atau pedas seperti jahe dapat menyebabkan kemerahan, rasa perih, iritasi, hingga reaksi alergi pada sebagian bayi, terutama jika digunakan dalam bentuk parutan yang bersentuhan langsung dengan kulit dalam waktu lama.
Dokter anak umumnya tidak merekomendasikan penggunaan bahan-bahan yang belum terbukti aman pada bayi, terutama dengan cara ditempelkan pada kulit atau diberikan tanpa pengawasan tenaga kesehatan.
Cara Aman Mengatasi Napas Grok-Grok pada Bayi
Jika bayi mengalami napas berbunyi tetapi tetap aktif, menyusu dengan baik, dan tidak mengalami tanda bahaya, orang tua dapat melakukan beberapa langkah sederhana.
Baca Juga: Haid 2 Kali Sebulan, Normal atau Berbahaya? Ini Penjelasan Medis dan Kapan Harus ke Dokter
Beberapa cara yang dapat membantu antara lain:
· Membersihkan hidung bayi dengan cairan saline (air garam steril) khusus bayi untuk membantu mengeluarkan lendir.
· Menjaga kelembapan udara di sekitar bayi.
· Memastikan bayi mendapatkan cukup ASI atau cairan sesuai usianya.
· Menghindari paparan asap rokok, debu, parfum, atau iritan lain yang dapat memperburuk kondisi saluran napas.
Namun, orang tua perlu segera membawa bayi ke fasilitas kesehatan apabila napas berbunyi disertai tanda bahaya seperti napas cepat, dada tampak tertarik ke dalam saat bernapas, bibir kebiruan, sulit menyusu, bayi tampak lemas, atau mengalami demam. (*)
Editor : Almasrifah