Pekan ASI Sedunia 2026, Menyusui Bukan Lagi Urusan Ibu dan Bayi

Nasya Rahaya • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:03 WIB
SUPPORT SYSTEM: Dukungan keluarga, tenaga kesehatan, tempat kerja hingga pemerintah menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pemberian ASI. (ilustrasi)
SUPPORT SYSTEM: Dukungan keluarga, tenaga kesehatan, tempat kerja hingga pemerintah menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pemberian ASI. (ilustrasi)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pekan ASI Sedunia yang diperingati setiap 1–7 Agustus tahun ini membawa pesan yang lebih luas dari sekadar ajakan kepada ibu untuk menyusui.

Tema global 2026, “Breastfeeding for a Sustainable Start in Life: Strengthen What Works”, menekankan pentingnya memperkuat dukungan yang telah terbukti membantu keberhasilan menyusui.

Konselor menyusui dr. Nanan Surya Perdana, Sp.A mengatakan keberhasilan menyusui tidak dapat dibebankan kepada ibu seorang diri. Dukungan dibutuhkan sejak keluarga, tenaga kesehatan, tempat kerja, masyarakat hingga pemerintah.

“Yang paling dekat adalah ayah. Sedikit lebih jauh lagi ada kakek dan nenek. Kalau ibunya bekerja, berarti tempat kerjanya juga ikut berperan,” kata Nanan.

Baca Juga: Tak Sediakan Ruang Laktasi, Perusahaan di Kaltim Bisa Ditegur Disnaker

Ia menyebut dukungan tersebut sebagai warm chain atau rantai hangat. Rantai ini diperlukan agar ibu dapat mempertahankan ASI eksklusif hingga bayi berusia enam bulan dan meneruskannya sampai dua tahun.

Pesan tersebut sejalan dengan bukti global mengenai intervensi menyusui. Konseling oleh tenaga terlatih, rumah sakit ramah bayi, kampanye publik, perlindungan dari pemasaran pengganti ASI, cuti melahirkan serta dukungan tempat kerja merupakan sejumlah hal yang terbukti meningkatkan keberhasilan menyusui.

Di Kaltim, persentase bayi berusia kurang dari enam bulan yang mendapat ASI eksklusif mencapai 80,09 persen pada 2025. Angka itu berada di atas rata-rata nasional sebesar 72,13 persen berdasarkan data Susenas BPS.

Meski demikian, Nanan mengatakan capaian tersebut tetap perlu dijaga. “Menyusui bukan hanya urusan ibu dan anak, semua anggota keluarga,” ujarnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Pekan ASI Sedunia 2026 ASI eksklusif Kaltim dukungan ibu menyusui asi eksklusif Pekan ASI Sedunia