KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Gangguan pencernaan pada anak tidak hanya terbatas pada diare. Gangguan buang air besar (BAB) berupa sembelit atau konstipasi juga menjadi masalah kesehatan yang kerap mengintai anak-anak.
Jika dibiarkan tanpa penanganan tepat, kondisi feses yang mengeras dapat menimbulkan nyeri hebat saat mengejan hingga berisiko memerlukan tindakan medis serius.
Praktisi kesehatan, dr. Dyah Novita Anggraini, menjelaskan bahwa langkah paling krusial dalam mengatasi sembelit pada anak adalah mengidentifikasi pemicu utamanya terlebih dahulu sebelum menentukan penanganan.
"Pertama dicari tahu lebih dulu apakah penyebabnya. Jika karena kurang serat, segera perbaiki dan rutinkan konsumsi sayur serta buah," terang dr. Dyah.
Ia membeberkan sejumlah langkah praktis dan penanganan medis yang dapat dilakukan orang tua untuk mengatasi susah BAB pada anak:
-
Asupan Serat dan Cairan: Tambahkan konsumsi buah seperti pepaya, pir, apel, serta sayuran hijau dan wortel. Kombinasikan pula dengan sereal tinggi serat atau roti gandum. Pastikan anak banyak minum air putih, sup, atau jus tanpa gula untuk membantu serat melunakkan feses.
-
Konsumsi Probiotik: Pemberian yoghurt sangat dianjurkan. Kandungan bakteri baik (probiotik) di dalamnya efektif melunakkan tekstur feses sehingga lebih mudah melewati saluran cerna.
-
Aktivitas Fisik dan Pijatan: Kurangnya pergerakan tubuh dapat memperlambat gerakan usus. Ajak anak aktif bergerak. Khusus bagi bayi, lakukan pijatan lembut secara melingkar di area perut untuk merangsang pergerakan usus.
-
Edukasi Pola BAB: Banyak anak menahan BAB karena asyik bermain. Orang tua perlu melatih rutinitas duduk di toilet sekitar 10 menit setiap pagi atau sesudah makan, serta membiasakan anak agar tidak takut atau sungkan izin ke toilet.
-
Evaluasi Susu dan Pengobatan Alami: Batasi konsumsi produk olahan susu berlebih atau ganti dengan varian bebas laktosa jika ada indikasi intoleransi. Pemberian air hangat yang dicampur perasan lemon dan madu juga dapat membantu melunakkan feses.
-
Konsultasi Medis dan Obat: Jika cara alami tidak membaik, penggunaan obat pencahar diperbolehkan namun harus di bawah pengawasan ketat dokter. Begitu pula jika sembelit dipicu efek samping obat tertentu.
dr. Dyah mengingatkan, apabila sembelit berlangsung kronis atau disebabkan oleh gangguan struktural seperti penyumbatan usus, penanganan medis tingkat lanjut hingga tindakan pembedahan mungkin diperlukan. Oleh karena itu, deteksi dini dan perubahan pola hidup harian menjadi kunci utama pencegahan.(*)
Editor : Thomas Priyandoko