KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Radang tenggorokan kerap dianggap sebagai penyakit ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, jika peradangan dipicu oleh infeksi bakteri berat, kondisi ini berisiko memburuk dan menimbulkan komplikasi serius yang mengancam jiwa apabila tidak ditangani secara medis.
Secara medis, radang tenggorokan terjadi akibat peradangan pada saluran tenggorokan yang memicu sensasi gatal, kering, hingga lemas. Jika peradangan semakin parah dan meluas, tubuh akan menunjukkan sejumlah gejala klinis khusus yang membutuhkan penanganan darurat.
Berikut 8 tanda radang tenggorokan kategori parah yang patut diwaspadai:
-
Sesak Napas dan Suara Mengorok: Pembengkakan parah pada saluran pernapasan dapat mempersempit jalur udara, menyebabkan pasien mengalami kesulitan bernapas yang disertai bunyi saat menarik napas.
-
Nyeri Menelan Hebat: Peradangan hebat mempersempit rongga faring sehingga mengganggu proses menelan makanan maupun minuman, serta meningkatkan risiko tersedak hingga infeksi paru.
-
Pembengkakan Amandel: Amandel yang membesar drastis dapat menutupi jalan napas. Kasus kronis sering kali membutuhkan evaluasi dokter spesialis THT untuk tindakan operasi pengangkatan.
-
Benjolan dan Abses di Leher: Pembengkakan pada area leher dapat menjadi indikasi terbentuknya abses (kantong nanah) jaringan leher yang berpotensi memicu infeksi sistemik berbahaya.
-
Pembesaran Kelenjar Getah Bening: Kelenjar di leher yang membengkak dan tak kunjung mengecil menandakan infeksi berat, bahkan pada kasus tertentu menjadi penanda awal keganasan (kanker).
-
Kekakuan Mulut (Trismus): Infeksi mendalam di area mulut dan tenggorokan dapat menjalar ke otot rahang, menyebabkan pasien kesulitan atau sakit saat membuka mulut.
-
Suara Serak Lebih dari Dua Pekan: Serak yang bertahan lebih dari 14 hari menjadi sinyal kuat terjadinya radang tenggorokan kronis (laringitis kronis).
-
Dahak Bercampur Darah: Batuk berdahak disertai bercak darah tidak boleh disepelekan karena dapat menjadi indikasi adanya luka bakar peradangan hebat hingga penyakit penyerta seperti Tuberkulosis (TBC).
Masyarakat diimbau segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami salah satu dari gejala di atas. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh, tes darah, hingga kultur usapan tenggorokan (throat swab) untuk menentukan terapi antibiotik atau tindakan medis yang tepat.(*)
Editor : Thomas Priyandoko