KALTIMPOST.ID, Sesak napas bukan satu-satunya tanda tubuh mulai terdampak asap kebakaran.
Paparan asap dalam waktu lama dapat membuat partikel halus masuk ke saluran pernapasan dan memicu berbagai keluhan, mulai dari iritasi hingga gangguan pernapasan yang lebih serius.
Menurut World Health Organization (WHO), asap kebakaran mengandung PM2.5 yang dapat masuk jauh ke paru-paru dan juga berkaitan dengan gangguan kardiovaskular.
Kondisi ini patut diwaspadai di tengah karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Berdasarkan data Monitoring dan Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan BMKG per 20 Agustus 2026, asap terdeteksi di Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Baca Juga: Menempelkan Jahe di Telapak Kaki Bayi: Benarkah Bisa Atasi Napas Grok-Grok atau Malah Bikin Iritasi?
Sehari sebelumnya, BMKG mencatat 1.106 titik panas tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan, terdiri atas 521 titik di Kalimantan Barat, 424 Kalimantan Tengah, 40 Kalimantan Selatan, 103 Kalimantan Timur dan 18 Kalimantan Utara.
Berikut tanda-tanda tubuh mulai kewalahan menghadapi asap dan cara mengantisipasinya yang perlu diperhatikan warga di sekitar wilayah kebakaran hutan.
Mata Perih, Merah, dan Terus Berair
Asap mengandung partikel dan zat iritan yang dapat mengganggu permukaan mata. Keluhan bisa berupa mata gatal, panas, merah atau berair.
Untuk mengantisipasinya, kurangi aktivitas di luar ruangan, jangan mengucek mata dan gunakan kacamata pelindung ketika harus keluar.
Batuk Semakin Sering atau Tidak Kunjung Reda
Batuk merupakan respons tubuh untuk mengeluarkan partikel yang masuk ke saluran napas.
Jika batuk terus muncul selama paparan asap, terutama sampai mengganggu tidur atau aktivitas, jangan diabaikan.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), batuk merupakan salah satu gejala yang dapat muncul akibat asap kebakaran.
Untuk mencegah resiko yang lebih berbahaya, segera pindah ke tempat dengan udara lebih bersih dan hindari aktivitas fisik berat.
Baca Juga: 5 Makanan Paling Disukai Kista: Sering Jadi Menu Harian, Ternyata Diam-Diam Memperburuk PCOS
Napas Berbunyi atau Terasa Lebih Berat
Mengi atau suara seperti siulan ketika bernapas dapat menandakan saluran napas mengalami gangguan.
Napas yang mulai berat saat berjalan, menaiki tangga atau melakukan pekerjaan ringan juga perlu diperhatikan.
Jika mengalami kondisi ini, segera hentikan aktivitas, masuk ke ruangan dengan udara lebih bersih dan segera periksa jika keluhan semakin berat.
Dada Terasa Berat atau Tertekan
Gangguan akibat asap tidak selalu langsung berupa sesak. Sebagian orang dapat lebih dulu merasakan dada berat atau tidak nyaman.
Antisipasi dengan beristirahat dan jauhkan diri dari sumber asap. Jika rasa tertekan menetap, semakin berat atau disertai sesak dan nyeri dada, segera cari pertolongan medis.
Jantung berdebar atau denyut terasa lebih cepat
Dampak asap tidak hanya mengenai paru-paru. Paparan partikel halus juga dapat memengaruhi sistem kardiovaskular.
Bergegas hentikan aktivitas dan cari tempat dengan udara lebih bersih. Jika jantung berdebar disertai nyeri dada, sesak atau pusing berat, segera dapatkan pertolongan.
Baca Juga: Sering BAB Sambil Main HP? Nyaman Bikin Betah, Padahal Ambeien Mengintai
Gejala Penyakit Lama Tiba-Tiba Memburuk
Pada penderita asma, penyakit paru atau penyakit jantung, asap dapat memperburuk kondisi yang sebelumnya terkendali.
Batuk menjadi lebih sering, napas lebih berat atau kebutuhan obat menjadi lebih sering merupakan tanda yang perlu diperhatikan.
Menurut WHO dan EPA, anak-anak, lansia, ibu hamil serta orang dengan penyakit jantung atau paru termasuk kelompok yang lebih rentan.
Untuk mencegahnya, kurangi paparan semaksimal mungkin dan konsultasikan ke tenaga kesehatan jika gejala memburuk. (*)
Editor : Almasrifah